Politeknik Negeri Bengkalis

Polbeng Bersama BJKW Banda Aceh Laksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi Konstruksi untuk Mahasiswa Teknik Sipil

BENGKALIS – Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali memfasilitasi pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Konstruksi bagi mahasiswa vokasi bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) I Banda Aceh. Kegiatan dilaksanakan pada 12–13 Mei 2026 di Kampus Polbeng.

Kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Bidang Konstruksi SDM Vokasional Klasifikasi Ahli Jenjang 7 dan Klasifikasi Terampil Jenjang 5 ini diikuti oleh total 116 mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polbeng, terdiri dari 70 peserta jenjang 7 dan 46 peserta jenjang 5.

Pelaksanaan kegiatan didukung melalui pembiayaan DIPA 2026 BJKW Banda Aceh dan menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi agar lebih kompeten dan memiliki pengakuan formal sesuai standar bidang jasa konstruksi.

Direktur Polbeng, Johny Custer, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BJKW I Banda Aceh yang kembali memberikan kesempatan kepada mahasiswa Polbeng untuk mengikuti uji sertifikasi kompetensi tersebut.

Menurutnya, sektor konstruksi merupakan salah satu pilar utama pembangunan infrastruktur sehingga tenaga kerja di bidang tersebut dituntut memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi sebagai bentuk pengakuan profesional.

“Sertifikasi bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi diri agar mampu menjadi tenaga kerja yang profesional, berdaya saing, dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Johny.

Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal, mengikuti proses asesmen dengan fokus, percaya diri, serta menjunjung tinggi integritas dan kejujuran selama pelaksanaan uji kompetensi.

Sementara itu, Kepala BJKW I Banda Aceh yang diwakili oleh Pona Faisal selaku Kasubbag Umum dan Tata Usaha menyampaikan bahwa kompetensi tenaga kerja saat ini menjadi kebutuhan utama di sektor konstruksi yang terus berkembang.

Ia berharap kegiatan sertifikasi tersebut dapat memberikan manfaat dalam pengembangan sumber daya manusia konstruksi yang kompeten, terampil, dan siap bersaing di dunia kerja.

Pelaksanaan uji sertifikasi untuk jenjang 7 dilaksanakan selama dua hari, sedangkan jenjang 5 berlangsung selama satu hari. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan atribut uji sertifikasi berupa rompi dan helm safety kepada peserta sebagai simbol dimulainya proses asesmen kompetensi. (HUMAS)

Facebook
WhatsApp