Polbeng Dorong UMKM Rokan Hilir Naik Kelas lewat Digitalisasi hingga Inovasi Kemasan
ROKAN HILIR – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Rokan Hilir. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Workshop Laporan Keuangan Digital, Desain Kemasan, dan Peningkatan Kualitas Produk UMKM yang diselenggarakan di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan sejak 2022, hasil kolaborasi antara Polbeng dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menyediakan dukungan pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sejak 2023, kolaborasi ini diperkuat dengan keterlibatan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui koordinasi wilayah, penyediaan lokasi, serta fasilitasi kegiatan. Program ini juga bersinggungan langsung dengan Umah Oleh-Oleh Bagansiapiapi, pusat berhimpunnya sekitar 100 pelaku UMKM di Rokan Hilir, dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Rokan Hilir berperan sebagai salah satu organisasi penggerak dan penghubung antarpelaku usaha. Tahun ini, bantuan CSR PHR melalui program yang dilaksanakan Polbeng diberikan kepada lima UMKM di Kabupaten Rokan Hilir, dengan bentuk pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.

Dalam kolaborasi tersebut, Polbeng dipercaya sebagai pelaksana program bantuan CSR PHR, mulai dari identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan usaha, penerapan teknologi tepat guna, hingga penguatan pemasaran produk UMKM. Direktur Polbeng, Johny Custer, menegaskan bahwa peran ini sejalan dengan tanggung jawab yang semestinya diemban perguruan tinggi vokasi, yakni tidak hanya mendidik di lingkungan kampus, tetapi juga menghadirkan ilmu pengetahuan dan keahlian praktis untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. “Melalui dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan jejaring mitra, kami berupaya agar hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan,” ujar Johny.
Komitmen tersebut kini mulai membuahkan hasil yang terukur. Salah satu contohnya adalah usaha Keripik Ibu Iyar, yang omzetnya melonjak dari sekitar Rp8 juta per bulan pada 2023 menjadi sekitar Rp27 juta per bulan pada 2026, setelah mendapat pendampingan berupa peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, dan penguatan strategi pemasaran. Hasil serupa juga terlihat pada UMKM gula aren berbahan nira kelapa sawit, yang kapasitas produksinya melonjak dari 200 kilogram menjadi 600 kilogram per hari setelah memperoleh dukungan teknologi, peralatan, dan pendampingan proses produksi secara berkelanjutan. Menurut Johny, capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaku UMKM memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila memperoleh dukungan yang tepat dan konsisten. “Ketika inovasi, teknologi, pendampingan, dan komitmen dipadukan secara konsisten, UMKM dapat tumbuh menjadi usaha yang lebih kuat, produktif, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Dalam workshop kali ini, peserta secara khusus dibekali tiga hal utama, yaitu penggunaan laporan keuangan digital untuk mencatat arus kas secara lebih tertib, pengembangan desain dan identitas kemasan agar tidak sekadar menjadi pembungkus tetapi juga mencerminkan citra merek, serta penerapan standar kualitas produksi yang lebih bersih, efisien, dan terukur.

Manager Field Operation North PHR, Azumar Ridwan, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berperan menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis kebutuhan lokal.
Dari sisi pelaku usaha, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) IWAPI Rokan Hilir yang juga Anggota DPR RI, Karmila Sari, menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, peningkatan kualitas produk, penguatan tata kelola keuangan, transformasi digital, serta inovasi kemasan dinilainya sebagai agenda strategis yang harus terus didorong secara berkelanjutan. Ia turut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi mendampingi pelaku UMKM, agar transformasi menuju usaha yang lebih modern dan berdaya saing dapat berjalan lebih cepat dan merata.
Dengan kegiatan ini, Polbeng semakin membuktikan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang memberikan kontribusi nyata dan dapat diukur bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Melalui sinergi yang terus dijaga bersama seluruh mitra strategisnya, Polbeng berkomitmen menjadikan pendampingan ini sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat, agar UMKM Rokan Hilir semakin profesional, berdaya saing, dan mampu tumbuh secara mandiri. HUMAS POLBENG












