Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesBerita

Kemendikdasmen Tunjuk Dosen Teknik Sipil Polbeng Sebagai Pendamping Program Revitalisasi SMP se-Riau

BENGKALIS – Sebanyak 9 dosen, 2 laboran dan 1 alumni dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Finalisasi Dokumen Perencanaan Pembangunan Satuan Pendidikan dan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP di Hotel Premier Pekanbaru pada tanggal 15 hingga 18 Juli 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini diikuti oleh peserta dari unsur sekolah penerima dana revitalisasi, yaitu kepala sekolah, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), dan tim perencana dari 69 SMP dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SMP adalah program prioritas Kemendikdasmen yang bertujuan untuk meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan di tingkat SMP, serta memperkuat tata kelola sekolah. Polbeng merupakan salah satu institusi yang ditunjuk kementerian untuk melakukan pendampingan pelaksanaan program tersebut di Riau. Adapun dosen-dosen yang akan bertugas sebagai pendamping antara lain, Guswandi, Alamsyah, Juli Ardita, M. Idham, Dedi Enda, Lizar, Indriyani, Boby Rahman, Muhadir, serta beberapa alumni dan mahasiswa tingkat akhir.

Selain hadir sebagai narasumber bimtek, dosen Polbeng juga mendampingi proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan satuan pendidikan, memastikan bahwa dokumen perencanaan yang disusun oleh masing-masing sekolah memiliki kualitas teknis yang baik, sesuai dengan standar dan kebutuhan revitalisasi.

Terdapat dua dokumen utama yang disusun selama bimtek, yaitu dokumen perencanaan pembangunan satuan pendidikan dan perjanjian kerja sama antara sekolah sebagai penerima dana swakelola dengan Kemendikdasmen. Dokumen perencanaan tersebut akan digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan swakelola, baik untuk pembangunan gedung baru maupun rehabilitasi bangunan yang sudah ada di masing-masing sekolah.

”Merupakan suatu kebanggan bagi Polbeng telah ditunjuk sebagai tim pendamping program ini. Semoga kita bisa menjalankan amanah ini dengan baik, serta berperan aktif dalam membantu peningkatan sarpras satuan pendidikan SMP di Provinsi Riau,” ujar Indriyani, salah satu dosen Teknik Sipil Polbeng. (HUMAS)

CategoriesCampus Activities

Gandeng RS Awal Bros Dumai, Polbeng Gelar Seminar Kesehatan Jiwa untuk Taruna/i Kemaritiman

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) melalui Jurusan Kemaritiman, bekerja sama dengan Rumah Sakit Awal Bros Dumai menggelar seminar kesehatan jiwa bertajuk “Health Talk” di Ruang Mini Conference Gedung Kuliah Terpadu 1, pada Kamis (17/7/2025). Kegiatan ini ditujukan untuk para taruna dan taruni Jurusan Kemaritiman sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama menjelang masa praktik kerja di kapal.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Jurusan Kemaritiman, Zulyani, bersama dosen dan tenaga kependidikan, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Polbeng, Marhadi Sastra, serta sejumlah staf RS Awal Bros Dumai.

Dalam seminar tersebut, dr. Endy Desmanto Panjaitan, Sp.KJ dari Rumah Sakit Awal Bros Dumai hadir sebagai narasumber dan menyampaikan topik menarik seputar depresi dengan risiko kematian akibat gangguan mental . Ia menjelaskan tanda-tanda stres, depresi, serta risiko dan faktor-faktor penyebab seseorang mengakhiri hidupnya, terutama pada pelaut muda yang sering menghadapi isolasi sosial dan tekanan kerja tinggi.

Marhadi Sastra menyampaikan apresiasinya terhadap Rumah Sakit Awal Bros Dumai dan mengharapkan kerja sama lebih lanjut antara kedua belah pihak. Ia juga menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan menyeluruh sangat penting bagi taruna-taruni, terlebih sebagai syarat wajib untuk memperoleh sertifikasi pelaut seperti Sertifikasi Ahli Nautika Tingkat (ANT) dari Kementerian Perhubungan. “Kesehatan jiwa dan raga sangat penting, apalagi di dunia pelayaran yang memiliki tekanan tinggi. Surat keterangan sehat menjadi prasyarat dalam proses sertifikasi, sehingga edukasi dan pemeriksaan sejak dini sangat dibutuhkan,” ujar Marhadi.

Sementara itu, Manajer Pemasaran Rumah Sakit Awal Bros Dumai, Ronaldo Munzir, menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini. Ia berharap kerja sama dengan Polbeng tidak hanya berhenti pada seminar, tetapi dapat berlanjut ke tahap pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh taruna kemaritiman.

Taruna-taruni Jurusan Kemaritiman tampak antusias mengikuti seminar, terbukti dengan diskusi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan diskusi interaktif dengan narasumber setelah pemaparan materi.

Materi dalam seminar ini menunjukkan pentingnya kesehatan fisik dan mental bagi seorang pelaut yang bekerja dalam kondisi terisolasi. Penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat menjadi salah satu bekal taruna-taruni saat menjalani masa kerja praktik maupun ketika terjun di dunia kerja di bidang maritim di masa depan. (HUMAS)