Kenalkan Lingkungan Kampus, Guru dan Siswa SMK Negeri 2 Dumai Lakukan Kunjungan ke Polbeng


Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Akuntansi Keuangan Publik Politeknik Negeri Bengkalis melaksanakan kegiatan pendampingan penyusunan laporan keuangan masjid menggunakan media papan informasi elektronik di Masjid Nurul Hidayah, Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, pada tanggal 5 November 2024. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan metode baru dalam mengelola transparansi laporan keuangan masjid melalui teknologi yang lebih modern dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kegiatan ini diketuai oleh Nurhazana, S.E., M.Sc., yang menekankan pentingnya keterbukaan informasi bagi rumah ibadah sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan masjid. “Kami berharap melalui kegiatan ini, pengurus masjid Desa Senggoro, khususnya di Masjid Nurul Hidayah, mampu menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan transparansi,” ujar Nurhazana.
Selama pendampingan, tim pengabdian memberikan pelatihan dan bimbingan tentang cara mengelola pencatatan dana masjid secara akuntabel. Selain itu, tim menyerahkan satu set peralatan papan informasi elektronik kepada Masjid Nurul Hidayah. Papan ini dirancang untuk menampilkan laporan keuangan dan informasi penting lainnya secara real-time, yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.

Penerapan papan informasi elektronik ini disambut baik oleh pengurus masjid. Ketua Pengurus Masjid, Isa, S.Ag., M.Si., menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim pengabdian atas pengetahuan dan teknologi yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada tim pengabdian dari Politeknik Negeri Bengkalis yang telah membekali kami dengan pengetahuan mengenai digitalisasi. Melalui papan elektronik ini, kami dapat menampilkan jumlah dana masjid dan informasi lainnya secara terbuka, yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pertanggungjawaban kepada masyarakat dan jamaah melalui akses informasi yang lebih cepat dan akurat,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Politeknik Negeri Bengkalis dalam mendukung pengembangan desa dan meningkatkan kualitas pengelolaan rumah ibadah, khususnya dalam aspek akuntabilitas dan transparansi keuangan. Melalui inisiatif ini, diharapkan rumah ibadah dapat memberikan layanan publik yang lebih baik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel. (HUM)
Bengkalis — Tim pengabdian dari Politeknik Negeri Bengkalis, yang dipimpin oleh Bambang Dwi H., M.T., dengan anggota Ibnu Hajar, S.T., M.T., telah menyerahkan alat pemotong adonan roti kering kepada Nadya Bakery yang beralamat di Desa Pedekik pada Selasa (05/11). Penyerahan alat dilakukan dalam rangka membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses pemotongan adonan roti kering di usaha tersebut.
Alat pemotong adonan roti kering ini dirancang dengan dua arah mata pisau yang memungkinkan pemotongan cepat dan seragam. Dengan satu kali proses, alat ini dapat menghasilkan 60 hingga 70 potongan roti kering dengan ukuran yang sama, tanpa perlu memutar alas adonan atau mengubah posisi tubuh pekerja. Selain itu, ukuran hasil potongan bisa diatur sesuai kebutuhan, memberikan fleksibilitas bagi Nadya Bakery untuk menyesuaikan bentuk dan ukuran roti kering yang diproduksi.
Sebelum adanya alat ini, proses pemotongan adonan dilakukan secara manual menggunakan pisau roll. Metode tersebut memerlukan waktu lebih lama karena setiap sisi adonan harus diputar agar bisa dipotong dengan presisi. “Dengan adanya inovasi ini, diharapkan proses pemotongan menjadi lebih mudah dan cepat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas serta variasi ukuran dan bentuk roti kering yang dihasilkan,” ungkap ketua tim pengabdian, Bambang
Pemilik Nadya Bakery menyatakan antusiasme dan terima kasih atas inovasi ini. Mereka berharap bahwa alat pemotong ini dapat meringankan beban kerja dalam memotong adonan dalam jumlah besar serta meningkatkan jumlah produksi, terutama dalam menghasilkan varian roti kering yang lebih bervariasi.
Inovasi alat pemotong adonan roti ini menjadi bukti nyata kontribusi Politeknik Negeri Bengkalis dalam mendukung UMKM lokal melalui penerapan teknologi yang bermanfaat dan tepat guna. (HUM)