Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesUncategorized

Politeknik Negeri Bengkalis Teken MoU Dengan PPSDM MIGAS

Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) di bawah kepemimpinan Direktur Johny Custer, ST, MT, kembali membuat terobosan baru dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) yang merupakan Instansi Pemerintah Pusat di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Kegiatan penandatanganan MoU yang berlangsung sederhana tersebut dilaksanakan di Ruang Meeting Patra 2, Gedung Utama PPSDM MIGAS Jl. Sorogo No.1, Kampung baru, Karangboyo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin, 26 Oktober 2020.

Dikatakan Johny Custer, kerja sama tersebut bertujuan agar sivitas akademika Polbeng, baik dosen maupun mahasiswa mempunyai kompetensi mumpuni dan memiliki SDM yang terampil dan kompetitif khususnya di bidang minyak dan gas bumi.

“Kerja sama ini dijalin untuk pengembangan kualitas SDM serta untuk menggalang kerja sama dalam bidang pelatihan dan sertifikasi juga untuk mendorong peningkatan kerja sama kedua pihak menuju peningkatan kompetensi,” terangnya.

Selanjutnya ia menerangkan, kerja sama yang disepakati dalam rangka mengahadapi era globalisasi, meliputi kegiatan dalam bidang penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi. Lalu, pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan serta pelaksanaan jasa teknologi dan keahlian dan lain sebagainya yang dianggap perlu.

Masih munurut Johny Custer, Indonesia saat ini berupaya mempertahankan produksi minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari sampai tahun 2025 dengan pelaksana kegiatan usaha hulu 50% dilakukan oleh perusahaan nasional dan terpenuhinya kebutuhan bahan baku industri dan bahan bakar nasional secara mandiri pada tahun 2025 mendatang.

Untuk melaksanakan upaya dan mencapai target tersebut, lanjutnya, tentu dibutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan handal.

Hal ini, sambungnya, bisa menarik minat generasi muda guna menekuni profesi di bidang pertambangan dan perminyakan.

“Program link and macth antara industri hulu migas dengan institusi pendidikan sangat diperlukan agar intsitusi pendidikan mampu mencetak lulusan dengan kompetensi tinggi dan spesifik sesuai dengan kebutuhan industri,” terangnya.

Selian itu, pengembangan kompetensi para pekerja juga sangat diperlukan agar mampu melakukan alih teknologi dan mampu bersaing di era global, baik melalui job training, pelatihan maupun pelaksanaan uji kompetensi.

“Diharapkan kerjasama Polbeng dengan PPSDM Migas ini mampu menjawab kebutuhan SDM di bidang migas dan pendukungnya. Apalagi program ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintahan Kabupaten Bengkalis,” pungkasnya.

Turut hadir dalam pelaksanaan penandatanganan MoU tersebut, Ketua Lembaga Serifikasi Profesi Polbeng Zainal Abidin, Kepala Pusat PPSDM MIGAS Wakhid Hasyim, Kabid Program dan Evaluasi Pengembangan SDM Migas Waskito Tunggul, Kasubid Evaluasi dan Pengembangan SDM Migas Arief Sulaksono, Koordinator Marketing Santi Oktaviani dan Analis Kerja Sama Siti Khoirotun Nisa.

CategoriesUncategorized

Polbeng ditunjuk menjadi kordinator tracer study pendidikan vokasi wilayah

Untuk perkembangan pendidikan Vokasi kedepan di Wilayah Riau, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memberikan kepercayaan kepada Politeknik Nageri Bengkalis untuk menjadi koordinator Tracer Studi untuk Pendidikan Vokasi Politeknik, SMK, dan LPK/Lembaga Pelatihan Kursus di Wilayah Riau.

Pernah sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi memberikan kesempatan kepada Politeknik yang ada di Wilayah Riau untuk membentuk dan menunjuk satu orang Pejabat yang kompeten untuk menjadi koordinator di wilayahnya, dari hasil rapat tersebut maka Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang mendapat kepercayaan tersebut.

Atas kepercayaan yang telah diberikan kepada Polbeng tersebut, maka Direktur Polbeng Johny Custer, ST, MT berdasarkan hasil rapat menunjuk Nurul Fahmi, MT sebagai Ketua kordinator Tracer Study untuk Wilayah Riau.

Johny berharap kepada yang ditunjuk agar bisa menjalankan amanah ini dengan baik, kerena kepercayaan yang sangat berharga ini kita dapatkan tak semudah membalikan telapak tangan, semua butuh proses dan dukungan kita semua, khususnya dukungan dari pejabat yang ada di Polbeng ini, ungkapnya Rabu (27/10/2020).

Ditempat terpisah Wakil Direktur III Akmal Indra juga telah menyampaikan rasa syukurnya atas kepercayaan yang diberikan kepada Polbeng ini, “Alhamdulillah, kita telah ditunjuk sebagai Koordinator Tracer Studi untuk Pendidikan Vokasi, Politeknik, SMK dan LPK wilayah Riau.” Semoga apa yang kita dapat bisa dilaksanakan Amanah, baik dan lancar.

Program Vokasi adalah program pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga yang dapat menetapkan keahlian dan ketrampilan di bidangnya, siap kerja dan mampu bersaing secara global.

Secara umum pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Secara khusus, program diploma III diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri/swasta, lembaga pemerintah atau berwiraswasta secara mandiri, hal ini karena beban pengajaran pada program pendidikan vokasi telah disusun lebih mengutamakan beban mata kuliah ketrampilan dibandingkan dengan beban mata kuliah teori.