Dosen Polbeng Jadi Interpreter Dua Forum Internasional Iklim dan Mangrove di Bengkalis
BENGKALIS — Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali berkontribusi dalam forum internasional melalui peran dosen sebagai interpreter pada dua agenda global bertema perubahan iklim dan pelestarian mangrove yang berlangsung di Bengkalis pada Februari 2026. Dua dosen Bahasa Inggris Polbeng, Agnes Arum Budiana dan Arita Destianingsih, dipercaya menjadi penerjemah lisan dalam kegiatan berskala internasional tersebut.

Kegiatan pertama adalah “Pertukaran Pembelajaran Perlindungan dan Rehabilitasi Mangrove dalam Mendukung Country Proposition Indonesia” yang dilaksanakan pada 2–5 Februari 2026. Agenda ini diselenggarakan oleh Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter bersama LPHD Desa Teluk Pambang dan menghadirkan narasumber dari Amerika Serikat, Spanyol, Belanda, dan Filipina. Dalam forum ini, peran interpreter menjadi penting untuk memastikan materi, diskusi, serta tanya jawab dapat dipahami secara setara oleh seluruh peserta lintas negara.

Forum tersebut membahas strategi perlindungan dan rehabilitasi mangrove, termasuk aspek kebijakan, pendanaan, manfaat lingkungan, serta dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir. Bengkalis dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil menunjukkan praktik konservasi mangrove yang melibatkan berbagai pihak, khususnya di Desa Teluk Pambang yang mampu menekan laju degradasi mangrove secara signifikan.

Selanjutnya, Agnes dan Arita juga dijadwalkan menjadi interpreter pada Workshop ASEAN–UK Partnering for Accelerated Climate Transition (PACT) Green Transition Fund (GTF) yang akan berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Bengkalis. Penugasan ini memperkuat kepercayaan terhadap kapasitas dosen Polbeng dalam mendukung komunikasi lintas bahasa pada forum internasional yang menuntut ketelitian dan ketepatan makna.

Keterlibatan dosen Polbeng dalam dua agenda internasional tersebut menjadi wujud kontribusi nyata institusi dalam menjembatani pengetahuan global dengan konteks lokal. Melalui peran interpreter yang profesional, Polbeng turut memastikan pertukaran gagasan, praktik baik, dan rencana tindak lanjut dapat tersampaikan secara efektif demi mendukung perlindungan lingkungan pesisir dan pembangunan berkelanjutan. (HUMAS)
