Politeknik Negeri Bengkalis

Wakil Direktur Polbeng Dampingi Bupati Bengkalis Tinjau Rencana Pembangunan Kampus Cabang Duri

BENGKALIS – Wakil Direktur I dan Wakil Direktur II Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Romadhoni dan  Guswandi, turut mendampingi Bupati Bengkalis, Kasmarni, dalam peninjauan Terminal AKAP Duri yang direncanakan akan menjadi lokasi Kampus Polbeng Cabang Duri, Senin (1/9).

Dalam kesempatan tersebut, Polbeng menegaskan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperluas akses pendidikan tinggi vokasi, khususnya bagi masyarakat di wilayah Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, Talang Muandau, dan sekitarnya.

Romadhoni menyampaikan bahwa kehadiran kampus cabang ini sejalan dengan komitmen Polbeng untuk menghadirkan pendidikan vokasi berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan industri. “Kami siap memastikan pembangunan Polbeng Cabang Duri berjalan optimal agar benar-benar menjadi pusat pendidikan vokasi modern di wilayah daratan Bengkalis,” ujarnya.

Kampus cabang Duri ini nantinya akan bekerja sama dengan  Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Cepu, dan akan difungsikan sebagai pusat sertifikasi bidang perminyakan dengan harapan tenaga kerja lokal dapat memiliki keterampilan dan sertifikat yang diakui secara nasional maupun internasional.

Rencananya, Polbeng Cabang Duri akan membuka jurusan-jurusan strategis seperti Teknik Elektro, Teknik Sipil, serta beberapa program studi lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Dengan luas lahan mencapai 6,7 hektare di kawasan eks Terminal AKAP Duri, Polbeng dan Pemda Bengkalis optimistis kehadiran kampus cabang ini dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global serta mendukung pertumbuhan industri migas sebagai salah satu sektor andalan Kabupaten Bengkalis.

Polbeng bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus mematangkan perencanaan dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar proyek strategis ini segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan dan perekonomian masyarakat. (HUMAS)

Facebook
WhatsApp