Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesBerita

Polbeng Lolos Pendanaan Program Pengembangan Model Pembelajaran MKWK Tahun 2025

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) terpilih sebagai salah satu kampus penerima Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum (MKWK) Berbasis Proyek tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Berita ini disampaikan dalam pengumuman dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tanggal 10 Juli 2025. Dalam pengumuman tersebut, proposal Polbeng bersama 39 perguruan tinggi lainnya dinyatakan lolos setelah melewati proses evaluasi dan penilaian oleh tim Dirjen Belmawa.

Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek merupakan inisiatif Kemendiktisaintek untuk mendukung perguruan tinggi dalam mengembangkan model pembelajaran inovatif untuk mata kuliah wajib, seperti Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama, dan Bahasa Indonesia. Model berbasis proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar, serta membentuk karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Polbeng sendiri mengusulkan proposal berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek: Peningkatan Literasi dan Edukasi Lingkungan oleh Mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis”, dengan tim pengusul yang diketuai oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Romadhoni, bersama dosen-dosen pengampu mata kuliah wajib di Polbeng sebagai anggota tim.

Direktur Polbeng, Johny Custer, mengungkapkan rasa syukur dan mengapresiasi tim Polbeng atas capaian ini. “Kami menilai inovasi dalam sistem pembelajaran merupakan hal yang penting agar sesuai dengan kebutuhan zaman dan generasi,” ujarnya.

Beliau juga berharap program ini akan memberikan manfaat dan dampak nyata bagi dosen dan mahasiswa Polbeng “Dengan program pendanaan ini, semoga pembelajaran mata kuliah wajib tidak lagi monoton dan membosankan, namun dapat dirancang menjadi lebih menarik serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa,” tutup Johny.

Dengan pendanaan maksimal Rp70 juta, para penerima Program Bantuan Pengembangan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek tahun 2025 dapat menyusun modul pembelajaran, merancang proyek kolaboratif, serta mengadakan pelatihan bagi dosen pengampu mata kuliah wajib. (HUMAS)

CategoriesResearch and Innovation

Lima Proposal Penelitian Polbeng Lolos Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian 2025 Batch II

BENGKALIS – Sebanyak lima proposal penelitian dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) berhasil lolos pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan batch II yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Kelima proposal yang lolos tersebut adalah Smart Aquaponic: Sistem Budidaya Sayuran dan Ikan Berbasis IoT dengan Monitoring Real-Time untuk Optimalisasi Peningkatan Produktivitas yang diketuai oleh Supria; Implementasi Model Jaringan Hybrid pada Sistem Pendeteksi Dini Pelanggaran Batas Zona Tangkap Ikan untuk Meningkatkan Area Cakupan LoRaWAN yang diketuai oleh Depandi Enda; Prediksi ETA Kapal Roro dengan Integrasi Machine Learning Berbasis Data AIS dan Parameter Lingkungan pada Pelayanan Pendek (Penyeberangan Bengkalis-Pakning) yang diketuai oleh Hardiyanto; Kajian Keandalan Struktur Kapal Ikan yang Menggunakan Material Lokal Indonesia yang diketuai oleh Romadhoni; dan Pengaruh Corporate Governance Disclosure dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan dengan Earning Management sebagai Variabel Intervening yang diketuai oleh Suharyono.

Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 adalah hibah untuk mendanai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pendanaan program ini bersumber dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan dibagi menjadi beberapa skema.

Penerimaan proposal dari tim pengusul dilakukan melalui  platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Seleksi proposal terdiri dari seleksi administrasi untuk memeriksa penulisan proposal dan kelengkapan dokumen pendukung serta seleksi substansi untuk menilai apakah isi proposal sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat dan rencana anggaran (RAB).

Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri menyampaikan apresiasi kepada tim yang lolos pendanaan. “Dengan dukungan pendanaan riset dan pengabdian dari pemerintah ini, kita berharap Polbeng sebagai institusi pendidikan vokasi dapat lebih aktif berpartisipasi memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di sekitar demi membantu mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan pembangunan melalui terobosan-terobosan di berbagai bidang,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan ini, Polbeng terus menunjukkan komitmen sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, namun juga konsisten dalam menjalanakan penelitian dana pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan penelitian dan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk berbagai permasalahan di masyarakat. (HUMAS)

CategoriesBerita

Teken MoU dengan Inspektorat Bengkalis, Polbeng Siap Jadi Role Model Perguruan Tinggi Berintegritas

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dan Inspektorat Kabupaten Bengkalis resmi menjalin kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat GKT 3 Polbeng, pada Senin, 14 Juli 2025.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbeng, Johny Custer, dan Inspektur Daerah Kabupaten Bengkalis, H. Radius Akima, didampingi Sekretaris Inspektorat, Dedy Kurniawan. Turut hadir Wakil Direktur I Bidang Akademik, Romadhoni; Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Mahardi Sastra; serta Ketua Pusat Studi dan Kajian Anti-korupsi Polbeng, Rahmad Akmal.

Kerja sama ini dilakukan sebagai upaya pengembangan dan peningkatan program kerja kedua pihak termasuk pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan dan penyediaan bantuan tenaga ahli pada kegiatan bimbingan teknis, lokakarya atau seminar.

Direktur Polbeng, Johny Custer, menyambut positif kerja sama ini. Ia berharap pihak Inspektorat dapat memberikan masukan dan arahan agar pihaknya dapat menjalankan program-program kerja di Pusat Studi dan Kajian Anti-Korupsi Polbeng. Johny berharap pusat kajian ini dapat memberikan dampak besar dalam melatih dan menanamkan nilai integritas bagi mahasiswa, sehingga Polbeng dapat menjadi role model (panutan) pelaksana birokrasi perguruan tinggi berintegritas.

“Kami berharap pusat kajian ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan karakter, tetapi juga dapat dijadikan wadah bagi riset dan inovasi anti korupsi,” tegas Johny.

Rencananya, Polbeng melalui Pusat Studi dan Kajian Anti-korupsi akan melakukan pendampingan pembentukan desa anti-korupsi dan melakukan penyuluhan anti-korupsi tersertifikasi KPK-RI di setiap desa di Kabupaten Bengkalis sebagai bentuk komitmen Polbeng dalam melakukan edukasi dan penguatan nilai integritas di lingkungan masyarakat. (HUMAS)

CategoriesResearch and Innovation

Dosen Polbeng Loloskan Tiga Proposal dalam Program Matching Fund Tahun 2025

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali lolos Program Dana Padanan (Matching Fund) untuk pendanaan tahun 2025. Kali ini, sebanyak tiga proposal yang diajukan tim dosen Polbeng berhasil lolos tahap verifikasi akhir program yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut.

Tiga judul proposal Polbeng yang lolos yakni Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi bagi Kelompok Petani Kab. Bengkalis yang diketuai oleh Abdul Gafur, Peningkatan Ketersediaan dan Ketahanan Pangan Kawasan Pesisir dengan Pendekatan Smart Farming Berbasis Teknologi UAV dan IoT yang diketuai oleh Hendra Saputra, serta Kapal Riset Berbahan High Density Polyethylene untuk Masa Depan Riset Kemaritiman Indonesia yang diketuai oleh Jamal.

Program Matching Fund merupakan inisiatif Kemendiktisaintek yang bertujuan mendorong kolaborasi riset dan inovasi antara dosen atau mahasiswa dengan mitra eksternal seperti industri, pemerintah, maupun LSM. Terdapat dua skema pendanaan, yaitu hilirisasi inovasi/riset dan pemberdayaan masyarakat.

Sebelum dinyatakan lolos pendanaan, setiap proposal harus melalui tiga tahap seleksi, yakni verifikasi administrasi, presentasi anggaran secara daring, serta verifikasi dan evaluasi anggaran pada tahap akhir. Termasuk tiga proposal dari Polbeng, terdapat total 133 proposal dari berbagai perguruan tinggi yang dinyatakan lolos pendanaan tahun 2025.

“Polbeng secara konsisten berhasil lolos pendanaan Matching Fund sejak tahun 2021. Capaian ini menjadi bukti komitmen Polbeng dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, hadir memberikan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat,” ungkap Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri.

Melalui program pendanaan ini, diharapkan Polbeng dapat terus aktif menjalin kemitraan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (HUMAS)