Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesBerita

Edukasi Bahaya Gratifikasi, Polbeng Gelar Webinar Anti Korupsi

BENGKALIS – Melalui Zoom meeting, Politeknik Negeri Bengkalis menggelar webinar anti korupsi dengan tema “Bahaya Gratifikasi dalam Tindak Pidana Korupsi” pada Rabu (22/1).
Dengan menghadirkan Ketua Satuan Petugas (Satgas) Pendidikan Tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi, Masagung Dewanto, webinar ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari sivitas akademika Polbeng dan tamu undangan dari perwakilan dinas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkalis, perwakilan dari Polres Bengkalis, perwakilan Kejaksaan Bengkalis, kepala desa, pimpinan perguruan tinggi di Kota Bengkalis, serta beberapa undangan lainnya.
Direktur Polbeng, Johny Custer, dalam sambutannya menyampaikan bagaimana korupsi merupakan salah satu tantangan besar di Indonesia. Salah satu bentuk korupsi yang umum ditemukan adalah gratifikasi. “Budaya gratifikasi, seperti suap dan pemberian hadiah yang umum ditemukan, merupakan cikal bakal korupsi dan memiliki dampak yang sangat berbahaya,” ucapnya.

Direktur Polbeng, Johny Custer

Beliau juga menambahkan pentingnya peran semua pihak dalam memberantas budaya ini dan menciptakan lingkungan yang bebas korupsi. “Khususnya di dunia pendidikan, pendidik adalah benteng moral yang harus mengedukasi generasi muda bangsa untuk menolak budaya korupsi sejak dini,” ungkap Johny.
Selain itu, Johny juga mengungkapkan komitmen dan peran aktif Polbeng dalam menciptakan lingkungan bebas korupsi dengan dibentuknya Pusat Kajian Anti Korupsi yang akan segera diluncurkan. “Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, kami yakin visi untuk menciptakan lingkungan anti korupsi akan dapat diwujudkan. Semoga melalui webinar hari ini, kita dapat lebih memahami risiko dari gratifikasi serta meningkatkan kesadaran kita untuk menghindarinya,” tutupnya.
Dalam materinya, Masagung Dewanto memaparkan materi seputar gratifikasi, seperti pengertiannya, bagaimana gratifikasi menyebabkan pelakukan sebuah negara pada masa lalu, dan apa saja bentuk-bentuknya. Beliau mengedukasi peserta webinar akan bahaya gratifikasi bahkan dari hal paling kecil yang sering dilakukan oleh masyarakat secara tidak sadar. Selain itu, Masagung juga memberikan penjelasan bagaimana mencegah dan menanamkan budaya anti korupsi, dimulai sejak dini.

Narasumber webinar, Masagung Dewanto

Di akhir webinar, narasumber memberikan kesempatan diskusi dengan peserta webinar. Para peserta yang telah mengikuti materi dengan saksama mengambil kesempatan tersebut untuk bertanya berbagai hal terkait korupsi dan gratifikasi kepada narasumber.
Melalui webinar anti korupsi ini, Polbeng menunjukkan komitmen institusi dalam pencegahan praktik korupsi dan menciptakan dunia pendidikan yang bebas korupsi demi membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. (HUMAS)

CategoriesResearch and Innovation

Polbeng dan Brida Diskusi Kolaborasi Strategis di Bidang Riset dan Inovasi

BENGKALIS — Politeknik Negeri Bengkalis terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi unggulan dengan menjalin kemitraan strategis bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Bengkalis. Hal ini diwujudkan melalui diskusi terkait kerja sama riset dan inovasi yang berlangsung di Ruang Kepala Brida pada Rabu, 22 Januari 2025.
Diskusi ini membahas sejumlah agenda penting, antara lain pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan laboratorium, penyediaan bantuan tenaga ahli, dan peluang praktik kerja atau magang mahasiswa. Selain itu, topik pendampingan kewirausahaan mahasiswa serta pemanfaatan aset daerah untuk riset bersama juga menjadi fokus pembahasan.
Direktur Polbeng, Johny Custer, menyatakan kesiapan Polbeng untuk berkolaborasi dengan Brida dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset.
“Sebagai kampus unggulan di Kabupaten Bengkalis, Polbeng memiliki tanggung jawab moral untuk bersama membangun daerah ini. Kami menyambut baik kemitraan strategis ini sebagai upaya bersama dalam memajukan riset dan inovasi yang berbasis keunggulan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Brida Kabupaten Bengkalis, Rinto, menyambut positif inisiatif Polbeng untuk memperkuat sinergi.

222222222
“Terbentuknya Brida diharapkan mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi melalui riset dan inovasi berbasis keunggulan daerah. Kolaborasi multi pihak, seperti dengan Polbeng, menjadi sebuah keharusan dalam menghadapi kompleksitas persoalan di daerah,” ungkap Rinto.
Lebih lanjut, Rinto menegaskan bahwa kontribusi Polbeng sebagai mitra strategis sangat dibutuhkan, khususnya dalam mendukung program pembangunan daerah melalui penelitian yang mampu mengurai berbagai persoalan utama pembangunan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Polbeng, Marhadi Sastra, serta pejabat fungsional Brida, yakni Syahiddallah, Juminanin Hartatik, dan Rafika Setyawati.
Polbeng berharap hasil dari diskusi ini dapat segera diimplementasikan dalam bentuk program-program konkret yang memberikan dampak positif bagi pengembangan daerah Bengkalis, khususnya melalui riset dan inovasi. (HUMAS)