Bengkalis – Sebagai upaya untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan teknologi lokal, Tim MF Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) mengadakan pelatihan pembuatan Teknologi Tepat Guna (TTG) di dua lokasi berbeda di Kabupaten Bengkalis. Pelatihan ini dipimpin oleh Abdul Gafur sebagai ketua tim, dengan anggota Rahmat Fajrul dan Akmal Indra, serta didukung oleh Kepala Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD), Tarmizi, dan Marvin dari tim PMD.
Tahap pertama pelatihan berlangsung pada 12-16 September 2024 di Posyantek Kecamatan Bukit Batu, diikuti oleh peserta dari Posyantek Kecamatan Bandar Laksamana, Bukit Batu, dan Siak Kecil. Dalam pelatihan ini, para peserta dilatih untuk membuat mesin perontok padi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Mengingat banyaknya lahan pertanian padi di wilayah ini, mesin perontok padi diharapkan mampu membantu meningkatkan efisiensi kerja para petani setempat.
Abdul Gafur, ketua tim dari Polbeng, menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah agar masyarakat dapat menghasilkan teknologi tepat guna yang mudah dan ekonomis, sesuai dengan potensi lokal. “Melalui pembuatan mesin perontok padi ini, kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa TTG tidak selalu rumit dan mahal. Bahkan, teknologi sederhana seperti ini bisa memberikan manfaat besar bagi petani kita,” jelas Abdul Gafur.
Tarmizi dari Dinas PMD juga menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. “Kami senang melihat masyarakat sangat antusias untuk belajar dan membuat teknologi yang bisa langsung mereka aplikasikan dalam keseharian mereka. Harapannya, ini bisa menjadi modal bagi mereka untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah,” ujar Tarmizi.
Buk Wirda, seorang peserta senior dari Posyantek Kecamatan Bukit Batu, merasa kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru bagi para peserta. “Saya merasa senang bisa ikut pelatihan ini. Ternyata pembuatan mesin perontok padi itu tidak sesulit yang saya bayangkan. Kami mendapat banyak pelajaran baru yang bisa langsung diterapkan di lapangan,” kata Buk Wirda.
Marvin, anggota P2MD, menambahkan bahwa adanya TTG seperti mesin perontok padi ini diharapkan dapat mendukung petani dalam meningkatkan hasil panen mereka. “Mesin perontok padi ini bisa menjadi solusi bagi para petani untuk mempercepat proses panen dan mengurangi kehilangan hasil padi, sehingga hasil panen bisa lebih maksimal,” ungkap Marvin.
Akmal Indra juga memberikan pembekalan tentang pengelolaan Posyantek yang baik dan benar di kedua lokasi pelatihan ini. “Pengelolaan Posyantek yang efektif sangat penting agar teknologi yang dihasilkan bisa diakses dan dimanfaatkan dengan optimal oleh masyarakat. Kami memberikan panduan dan teknik pengelolaan agar Posyantek lebih mudah diakses,” jelas Akmal.
Dengan adanya pelatihan ini, Tim MF Polbeng dan Dinas PMD berharap masyarakat di berbagai kecamatan dapat mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan lokal mereka, sekaligus memanfaatkan sumber daya alam setempat. Program ini menunjukkan komitmen Polbeng dan PMD dalam memberdayakan masyarakat melalui keterampilan berbasis teknologi yang mudah dan ekonomis.





