Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesUncategorized

Asesor BAN-PT Kunjungi Kampus Polbeng Dalam Rangka Visitasi Borang Akreditasi Program Studi D-III Administrasi Bisnis

Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem jaminan mutu eksternal yaitu suatu proses yang digunakan lembaga yang berwenang dalam memberikan pengakuan formal bahwa suatu institusi mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan tertentu. Badan Akreditasi Nasional  Perguruan Tinggi (BAN-PT) merupakan sebuah lembaga akreditasi independen yang melaksanakan sistem akreditasi pada semua perguruan tinggi (PT) di Indonesia, termasuk jurusan dan program studi yang ada didalamnya. Kali ini, salah satu jurusan di Politeknik Negeri Bengkalis, Jurusan Administrasi Niaga, mendapat kunjungan dari Asesor BAN-PT dalam rangka Visitasi Borang Akreditasi Program Studi D-III Administrasi Bisnis.

Pihak Asesor BAN-PT yang hadir dalam kesempatan kali ini adalah Bapak Drs. Bagio Mudakkir, MT dari Universitas Diponegoro, Semarang dan Bapak Dr. Drs. M. Syahirman Yusi, M.Si dari Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Ketua Jurusan Administrasi Niaga, seluruh dosen dan karyawan serta mahasiswa dan alumni turut ikut serta dalam pelaksanaan akreditasi program studi tersebut. Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. H. Muhamad Milchan beserta Waki Direktur III, Teguh Widodo, S.Sos., M.SM., M.Rech, Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Politeknik Negeri Bengkalis, Akmal Indra, S.Pd., MT, Ketua Pusat Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan Politeknik Negeri Bengkalis, Razali, ST., MT juga berkesempatan hadir pada acara pembukaan yang diadakan di Aula Gedung Utama Politeknik Negeri Bengkalis pada hari Kamis, 13 Oktober 2016.

Dalam sambutannya, Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Nurhazana, SE., M.Sc mengharapkan hasil yang lebih baik dari pelaksanaan akreditasi kali ini. “Jika sebelumnya akreditasi untuk Program Studi D-III Administrasi Bisinis adalah B, mudah-mudahan kali ini bisa mendapatkan akreditasi A” ungkapnya.

Sementara itu, pihak asesor BAN-PT, Bapak Drs. Bagio Mudakkir, MT menerangkan bahwa tugas dari asesor adalah mengklarifikasi borang-borang yang sudah ada, bukan menghakimi. “Tugas kami disini adalah untuk mengklarifikasi borang-borang yang sudah ada, kemudian memberikan laporan sesuai dengan yang ada di lapangan kepada pihak pusat. Selanjutnya, yang menentukan scoring nilai dan hasilnya adalah majelis BAN-PT.” jelasnya dalam sambutan yang disampaikan. Proses akreditasi ini akan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni akreditasi borang institusi dan akreditasi borang program studi.

Proses akreditasi program studi ini didasarkan pada 10 standar, Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ketersediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan, Pengelolaan Program Studi, Standar Pembiayaan, Standar Penilaian, Standar Penelitian, dan Standar Pengabdian Kepada Masyarakat yang nantinya terbagi lagi menjadi beberapa substandard. (imy)

CategoriesUncategorized

Peluang Kerja Lulusan Sekolah Pelayaran di Berbagai Sektor Industri Maritim

Indonesia merupakan Negara Maritim yang besar dengan cakupan 2/3 luas wilayahnya merupakan kawasan laut. Perencanaan Indonesia sebagai poros Maritim Dunia dan bercita-cita membangun tol laut seperti digaungkan oleh Presiden RI menjadi sebuah penegasan yang bukan main-main. Satu hal yang dilematis, sementara Negara ini masih kekurangan tenaga-tenaga pelaut yang handal.

Sabtu, (12/10/16) Prodi Kemaritiman Politeknik Negeri Bengkalis mengadakan Kuliah praktisi dengan mahasiswanya yang bertema “ Peluang Kerja Lulusan Sekolah Pelayaran di Berbagai Sektor Industri Maritim”.

Kegiatan ini diresmikan oleh Direktur Politeknik Negeri Bengkalis yang diwakili Wadir II Bidang Keuangan, Umum dan Kepegawaian  Johny Custer, MT. Selain Johny Custer, MT kegiatan ini dihadiri juga dosen Prodi Maritim, Taruna-taruni Prodi Maritim serta Narasumber Kuliah Praktisi ini yaitu Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Mar dari Kapusbag laut DJPL Kementrian Perhubungan, Capt. Budi Pramono, M.Mar dari Direktur Operasional Ben Live Agency Indonesia dan Capt. Pasogit Satrya, M.Mar dari Marine Service PT Pelabuhan Indonesia I Medan.

Johny Custer, MT dalam sambutannya berdasarkan data dari kementrian perhubungan, tahun 2015 lalu. Misalnya, kebutuhan pelaut bagi kapal Indonesia mencapai 43.806 orang, sementara hingga saat ini, lulusan lembaga pendidikan negeri maupun swasta bidang kemaritiman hanya 3.500 orang pertahun atau hanya 7,99%,” ungkapnya

Prospek luar biasa ini menjadi pondasi Politeknik Negeri Bengkalis untuk menghasilkan SDM bidang kemaritiman yang berkualitas. Walaupun usia masih muda dan masih banyak kekurangan disana sini namun tidak menyurutkan semangat kami untuk mengelola dan mengembangkan kemaritiman,’’ ujarnya

Kepada Taruna-taruni kami  tingkatkan terus kompetensi, keahlian dan disiplin. Di era MEA sekarang kita harus siap untuk berkompetisi. Biar bisa ikut berkompetisi harus mempunyai kompetensi. Selain itu dengan adanya kegiatan ini dapat menimbulkan motivasi bagi Taruna-Taruni untuk bersungguh belajar, termotifasi dari keberhasilan dari Narasumber ini dan termotifasi untuk memajukan dunia kemaritiman Indonesia,” harap Johny Custer, MT

Capt. Anugrah Nur Prasetyo, M.Mar dalam penyampaian materinya yang intinya kepada para Taruna- Taruni, sebagai pelaut anda harus ingat kata-kata bung karno” Negara maritim yang kuat itu adalah yang diisi orang-orang bukan sebagai jonggos, artinya Negara maritim yang kuat adalah semua sendi-sendi maritim diisi oleh orang-orang yang berkompetensi didalam dunia maritimnya bukan hanya sebagai orang yang pekerja diatas kapal saja”. (And)