Tim Matching Fund Polbeng Luncurkan Produk TTG Bajak Mini dan Sistem Irigasi IoT di Desa Deluk
BENGKALIS – Dosen Politeknik Negeri Bengkalis melalui program Matching Fund 2025 resmi melaksanakan Launching Produk Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Bajak Mini dan Sistem Irigasi Berbasis IoT pada Kamis, 27 November 2025, di Desa Deluk, Kecamatan Bantan.
Kegiatan Matching Fund bertajuk “Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi Bagi Kelompok Petani Kabupaten Bengkalis” ini diikuti oleh berbagai pihak. Total peserta mencapai lebih dari 30 orang, terdiri atas perwakilan 5 kelompok tani se-Kecamatan Bantan, perangkat Desa Deluk, perwakilan Dinas Pertanian, pendamping pertanian, perwakilan RT/RW setempat, serta mahasiswa dan dosen pengusul yang terdiri dari Abdul Gafur, Rahmat Fajrul dan Supria. Selain itu, kegiatan juga turut dihadiri tim P3M Polbeng serta tim reviewer internal, Pardi.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan serah terima alat, serta sesi utama berupa demonstrasi langsung penggunaan bajak mini dan sistem irigasi berbasis IoT. Para peserta mendapatkan penjelasan teknis sekaligus kesempatan mencoba alat secara langsung di lapangan untuk memastikan pemahaman optimal terhadap operasional dan manfaat teknologi tersebut.
Para mitra menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polbeng. Mereka menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas inovasi yang dihasilkan. ”Kami meyakini bahwa alat ini akan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan manajemen penyiraman di tingkat kelompok tani, ” ucap salah satu mitra.

Sementara itu, tim pengusul menyampaikan harapan agar inovasi ini memberikan manffat berkelanjutan bagi mitra. ”Semoga teknologi ini dapat membantu kelompok tani dalam mempercepat proses pengolahan tanah, mempercepat waktu tanam, meningkatkan kualitas penyiraman yang lebih teratur, serta pada akhirnya mendorong peningkatan produktivitas pertanian.,” ungkap ketua tim, Abdul Gafur.

Produk yang diluncurkan tidak hanya dimaksudkan sebagai luaran kegiatan, tetapi juga sebagai solusi berkelanjutan. Ke depan, tim akan melakukan pendampingan lanjutan, evaluasi pemanfaatan teknologi di lapangan, serta mengembangkan peluang kerja sama baru untuk memperluas penerapan TTG di wilayah lain. (HUMAS)






