Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Tim Matching Fund Polbeng Luncurkan Produk TTG Bajak Mini dan Sistem Irigasi IoT di Desa Deluk

BENGKALIS – Dosen Politeknik Negeri Bengkalis melalui program Matching Fund 2025 resmi melaksanakan Launching Produk Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa Bajak Mini dan Sistem Irigasi Berbasis IoT pada Kamis, 27 November 2025, di Desa Deluk, Kecamatan Bantan.

Kegiatan Matching Fund bertajuk “Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi Bagi Kelompok Petani Kabupaten Bengkalis” ini diikuti oleh berbagai pihak. Total peserta mencapai lebih dari 30 orang, terdiri atas perwakilan 5 kelompok tani se-Kecamatan Bantan, perangkat Desa Deluk, perwakilan Dinas Pertanian, pendamping pertanian, perwakilan RT/RW setempat, serta mahasiswa dan dosen pengusul yang terdiri dari Abdul Gafur, Rahmat Fajrul dan Supria. Selain itu, kegiatan juga turut dihadiri tim P3M Polbeng serta tim reviewer internal, Pardi.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan serah terima alat, serta sesi utama berupa demonstrasi langsung penggunaan bajak mini dan sistem irigasi berbasis IoT. Para peserta mendapatkan penjelasan teknis sekaligus kesempatan mencoba alat secara langsung di lapangan untuk memastikan pemahaman optimal terhadap operasional dan manfaat teknologi tersebut.

Para mitra menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polbeng. Mereka menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas inovasi yang dihasilkan. ”Kami meyakini bahwa alat ini akan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan efisiensi pengolahan lahan dan manajemen penyiraman di tingkat kelompok tani, ” ucap salah satu mitra.

Sementara itu, tim pengusul menyampaikan harapan agar inovasi ini memberikan manffat berkelanjutan bagi mitra. ”Semoga teknologi ini dapat membantu kelompok tani dalam mempercepat proses pengolahan tanah, mempercepat waktu tanam, meningkatkan kualitas penyiraman yang lebih teratur, serta pada akhirnya mendorong peningkatan produktivitas pertanian.,” ungkap ketua tim, Abdul Gafur.

Produk yang diluncurkan tidak hanya dimaksudkan sebagai luaran kegiatan, tetapi juga sebagai solusi berkelanjutan. Ke depan, tim akan melakukan pendampingan lanjutan, evaluasi pemanfaatan teknologi di lapangan, serta mengembangkan peluang kerja sama baru untuk memperluas penerapan TTG di wilayah lain. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Tim Polbeng Latih Warga Babussalam Olah Limbah Buah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

ROKAN HULU — Tim dosen dari Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang terdiri dari M.Alkadri Perdana, Andri Nofiar dan Johny Custer, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Babussalam, Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, pada Kamis (30/10). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari perangkat desa, pelaku UMKM, pengurus BUMDes, RT/RW, dan masyarakat setempat.

Fokus utama kegiatan ini adalah pelatihan pemanfaatan limbah buah menjadi produk bernilai ekonomi, yakni briket biomassa dan pupuk cair organik. Program ini dipimpin oleh M. Alkadri Perdana, dosen Polbeng yang juga menjadi ketua tim pelaksana.

Dalam keterangannya, Alkadri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai jual.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan limbah, tetapi juga bisa mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang nyata. Inilah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Babussalam, Syafei, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polbeng membawa pelatihan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi desa.

“Selama ini limbah buah di desa kami umumnya hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa limbah tersebut sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua BUMDes Babussalam, Dedi Chandra, yang menyatakan kesiapan BUMDes untuk menindaklanjuti program ini secara berkelanjutan.

“Kami berencana menjadikan produksi briket dan pupuk cair ini sebagai program unggulan desa. Selain mengurangi sampah organik, hasilnya juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memberikan pelatihan, tim Polbeng juga memperkenalkan konsep “living lab”, yaitu menjadikan desa sebagai ruang penerapan inovasi secara langsung. Melalui konsep ini, masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dapat berkolaborasi dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Politeknik Negeri Bengkalis dan Desa Babussalam, yang sebelumnya telah dijalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Melalui kegiatan PkM ini, diharapkan masyarakat Desa Babussalam dapat mengubah limbah organik menjadi peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Sekaligus, menjadi wujud nyata komitmen Polbeng dalam menguatkan peran pendidikan vokasi untuk mendorong inovasi dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Polbeng Kembangkan Teknologi Irigasi IoT dan Bajak Mini Lewat Program Matching Fund, Dukung Transformasi Pertanian di Bengkalis

BENGKALIS – Program Matching Fund (MF) Tahun 2025 hasil kolaborasi antara Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Oktober, pelaksanaan kegiatan telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan siap untuk diseminasi kepada kelompok mitra pada awal November mendatang.

Program bertajuk “Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi bagi Kelompok Petani Kabupaten Bengkalis” ini dilaksanakan di tiga lokasi kelompok tani, yakni Desa Deluk, Kecamatan Bantan; Kecamatan Siak Kecil; dan Kecamatan Mandau.

Fokus utama kegiatan meliputi pengembangan dan penerapan alat Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa sistem irigasi berbasis Internet of Things (IoT) dan bajak mini inovatif. Sistem irigasi IoT dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengairan sekaligus memudahkan proses pemantauan lahan secara digital, sedangkan bajak mini ditujukan bagi lahan kecil dan menengah agar proses pengolahan tanah menjadi lebih efektif dan hemat tenaga.

Ketua Tim Pengusul, Abdul Gafur, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata Polbeng dalam mendorong penerapan teknologi di sektor pertanian lokal. “Kami berkomitmen menghadirkan solusi berbasis teknologi yang langsung bisa dimanfaatkan oleh petani. Melalui sistem irigasi berbasis IoT dan bajak mini, kami berharap produktivitas pertanian dapat meningkat, sekaligus menghemat waktu dan tenaga kerja di lapangan,” ujarnya.

Selain dosen dan mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan Tim Posyantek Kecamatan Bengkalis yang berperan dalam pendampingan teknis dan pelatihan penggunaan alat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi.

Ketua Kelompok Tani Desa Deluk, Sanusi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan dukungan teknologi yang diberikan melalui program ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya sistem irigasi digital ini. Biasanya penyiraman dan pengecekan lahan dilakukan manual, tapi sekarang jadi lebih mudah dan efisien. Kami juga menantikan pemanfaatan bajak mini untuk mendukung pengolahan lahan kami,” ungkapnya.

Dengan progres yang berjalan lancar, tim pelaksana optimistis seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai tepat waktu dan siap diseminasi kepada kelompok mitra pada awal November 2025. Program ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi transformasi pertanian berbasis teknologi di Kabupaten Bengkalis. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Gelar Pengabdian, Dosen Polbeng Hibahkan 1 Unit Boiler Tahu di Desa Pedekik

BENGKALIS – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat PNBP Politeknik Negeri Bengkalis yang terdiri dari Abdul Gafur, Razali, dan Zulkarnain  melaksanakan kegiatan penerapan teknologi tepat guna bagi pelaku UMKM pada Kamis, 25 September 2025, di Desa Pedekik, Kecamatan Bengkalis. Kegiatan ini menyasar UMKM Tahu Nusantara yang dikelola tiga orang, terdiri dari pemilik dan dua pekerja.

Program ini berfokus pada penerapan satu unit boiler tahu berkapasitas 30 kg tahu/jam sebagai upaya meningkatkan efisiensi produksi mitra. Rangkaian kegiatan meliputi serah terima unit boiler, pelatihan uji coba penggunaan, serta pendampingan perawatan alat untuk memastikan pengoperasian berjalan optimal.

Dalam pelaksanaannya, mitra merasakan manfaat signifikan dari penggunaan boiler baru tersebut. Proses perebusan tahu yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk 10 kg, kini dapat diselesaikan hanya dalam 15–20 menit. Selain lebih cepat, penggunaan kayu bakar menjadi lebih hemat dan proses perebusan tidak lagi menghasilkan bau hangit.

”Kami berharap teknologi yang diberikan dapat membantu meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan mitra UMKM,” ucap Abdul Gafur selaku ketua tim.

Sebagai tindak lanjut, tim berencana melakukan pendampingan lanjutan serta mempertimbangkan pemberian alat tambahan untuk proses pemerasan tahu agar kualitas produksi semakin maksimal.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Negeri Bengkalis menegaskan komitmennya dalam menghadirkan solusi nyata bagi pelaku UMKM melalui pengembangan teknologi tepat guna yang relevan dan berkelanjutan. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Jurusan Teknik Perkapalan Hibahkan Dua Unit Kapal untuk Nelayan Bengkalis, Bukti Dukungan Pada Sektor Perikanan Daerah

BENGKALIS – Jurusan Teknik Perkapalan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar acara peluncuran sekaligus penyerahan dua unit kapal hasil riset dan karya mahasiswa kepada mitra nelayan pada Senin (29/9), di Galangan Mini Polbeng. Kegiatan ini merupakan realisasi program pengabdian kepada masyarakat melalui pendanaan PNBP tahun 2025.

Dua kapal yang diserahkan terdiri dari satu unit kapal berbahan High-Density Polyethylene (HDPE) untuk Nur Hadizan, nelayan asal Desa Deluk, dan satu unit kapal berbahan laminasi fiberglass untuk Zahari, nelayan dari Desa Sungai Alam. Pada kesempatan yang sama, tim pengabdian Teknik Perkapalan juga menyerahkan satu unit kapal kayu milik nelayan Desa Ulu Pulau yang telah direparasi.

Terdapat tiga tim yang terlibat dalam proyek ini, yakni tim pembuatan Kapal Laminasi Fiberglass yang diketuai M. Helmi dengan anggota Nurhasanah dan Egi Yuliora; tim pembuatan Kapal Nelayan HDPE dengan ketua Pardi, anggota Egi Yuliora serta mahasiswa Gunawan Dwi Saputra dan Aprianto; terakhir, tim reparasi Kapal Kayu yang diketuai Dr. Jamal bersama Dr. Hardiyanto, Fazrian, serta mahasiswa M. Ibrahim Anselistyo, Karmizi Saputra, dan Diki Arnanda.

Kegiatan ini melibatkan lima mitra, yakni Kelompok Usaha Bersama Kemilau Suka Maju Desa Deluk, Pemerintah Desa Deluk Kecamatan Bantan Bengkalis, Pemerintah Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis, Kelompok Nelayan Citra Desa Ulu Pulau, serta Pemerintah Desa Ulu Pulau Kecamatan Bantan Bengkalis.

Ketua Jurusan Teknik Perkapalan Polbeng, Budhi Santoso, menyampaikan bahwa pembangunan kapal memakan waktu sekitar dua bulan dengan total anggaran lebih dari Rp. 36 juta. “Kapal-kapal ini kami rancang menyesuaikan kebutuhan operasional nelayan, mulai dari daya tahan material hingga efisiensi bahan bakar. Harapannya, kapal ini bisa meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menekan biaya operasional mereka,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Galangan Kapal Mini Polbeng, M. Helmi, yang menegaskan bahwa proyek ini memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam membangun kapal sesuai standar industri.

Sementara itu, Kepala P3M Polbeng, Syaiful Amri, menekankan bahwa program hibah internal ini menjadi wujud nyata kontribusi kampus bagi masyarakat. “Tujuannya adalah agar keterampilan dan hasil penelitian mahasiswa benar-benar memberi manfaat langsung, khususnya bagi nelayan lokal,” ujarnya.

Program ini juga mendapat sambutan positif dari para nelayan penerima. “Ini sangat membantu kami. Semoga program seperti ini terus ada dan dirasakan oleh lebih banyak nelayan,” ungkap Zahari. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Tingkatkan Kualitas Penulisan Ilmiah, Dosen Polbeng Gelar Workshop LaTeX Terintegrasi AI untuk Penulisan Skripsi

BENGKALIS – Dalam upaya meningkatkan kualitas penulisan karya ilmiah di lingkungan kampus, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) melalui tim dosen Jurusan Teknik Informatika melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penerapan Aplikasi LaTeX dengan Artificial Intelligence (AI) untuk Penulisan Skripsi di Politeknik Negeri Bengkalis.”

Kegiatan ini diketuai oleh Kasmawi, dengan anggota tim dosen Nurmi Hidayasari., Mansur., dan Zuliar Efendi. serta melibatkan mahasiswa Prodi Keamanan Sistem Informasi yaitu Akbar Maulana dan Ayu Syafira.

Menurut Kasmawi, penggunaan LaTeX sangat penting bagi mahasiswa agar hasil penulisan skripsi menjadi lebih rapi, profesional, dan sesuai dengan standar akademik. “Selama ini banyak mahasiswa terkendala pada format penulisan, referensi, dan konsistensi tampilan dokumen. Dengan LaTeX, semua hal tersebut bisa diotomatisasi dengan hasil yang lebih presisi,” jelasnya.

Workshop ini terdiri dari dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi mahasiswa Jurusan Teknik Informatika—yakni Prodi Keamanan Sistem Informasi (KSI) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)—yang dilaksanakan pada Selasa, 2 September 2025 pukul 13.30–16.30 WIB di Aula Jurusan Teknik Informatika dengan jumlah peserta 93 mahasiswa.

Sementara itu, sesi kedua diikuti oleh mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga, meliputi Prodi Akuntansi Keuangan Publik, Administrasi Bisnis Internasional, dan Bisnis Digital, yang dilaksanakan pada Selasa, 23 September 2025 pukul 13.30 WIB dengan jumlah peserta 96 mahasiswa.

Kegiatan ini meliputi identifikasi masalah penulisan, penyesuaian template skripsi, konfigurasi aplikasi LaTeX berbasis AI, pelatihan dan pengujian, serta monitoring dan evaluasi pasca pelatihan. Mahasiswa diberi waktu satu bulan untuk mempraktikkan aplikasi yang telah diajarkan sebelum dilakukan evaluasi oleh tim.

Para peserta mengaku kegiatan ini sangat membantu, terutama dalam mengatasi kendala teknis saat menulis skripsi. Salah satu peserta, Debi dari Prodi Keamanan Sistem Informasi, mengungkapkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama untuk menghindari kesalahan format dan risiko plagiat. Dengan bantuan AI, penulisan skripsi jadi jauh lebih mudah dan cepat.”

Sementara itu, Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Supriati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Selama ini mahasiswa kami menulis skripsi menggunakan Ms. Word. Workshop ini membuka wawasan baru, apalagi dengan integrasi teknologi AI yang membuat proses penulisan lebih efisien dan hasilnya lebih profesional,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami cara menggunakan aplikasi LaTeX, tetapi juga diwajibkan menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada mahasiswa tingkat bawah. Selain itu, hasil kegiatan ini juga menghasilkan template skripsi berbasis LaTeX terintegrasi AI yang dapat digunakan secara resmi oleh jurusan sebagai standar baru dalam penulisan karya ilmiah. (HUMAS)

CategoriesBerita Kegiatan Kampus Riset dan Inovasi

Dosen Polbeng Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Madrasah Aliyah Ar Rosydiyah Melalui Literasi Digital

BENGKALIS – Tim dosen dari Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sukses menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa Madrasah Aliyah (MA) Ar Rosydiyah. Acara ini diselenggarakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025, bertempat di MA Ar Rosydiyah, Jalan Awang Mahmuda, Gang Sekolah, Desa Sungai Alam, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan PKM ini bertujuan membekali siswa-siswi dengan keterampilan bahasa Inggris yang relevan di era digital. Melalui pemanfaatan literasi digital, para siswa diajarkan cara belajar bahasa Inggris secara interaktif dan menyenangkan. Tim dosen Polbeng memperkenalkan berbagai aplikasi digital yang bisa digunakan, seperti Kahoot untuk kuis interaktif, Duolingo untuk latihan kosakata, dan Quizlet untuk membuat kartu belajar.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Rindilla Antika, S.Pd., M.Pd., Dr. Halim Dwi Putra, M.AB., dan Doris Sukma, M.Pd. serta dibantu oleh dua orang mahasiswa Polbeng. Para partisipan, yaitu siswa-siswi MA Ar Rosydiyah, menyambut baik inisiatif ini dan menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi pembelajaran.

Menurut ketua tim, Rindilla Antika, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk terus belajar bahasa Inggris secara mandiri. “Dengan memanfaatkan teknologi yang ada, belajar bahasa Inggris tidak lagi membosankan. Aplikasi-aplikasi ini membantu siswa untuk berinteraksi langsung dengan materi dan mengukur kemampuan mereka secara real-time,” jelasnya.

Kegiatan pengabdian ini berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari pihak sekolah maupun siswa. Dengan adanya program ini, diharapkan para siswa MA Ar Rosydiyah memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan masa depan, baik dalam pendidikan maupun karier. (HUMAS)

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Polbeng Dorong Hilirisasi Produk Perikanan Lewat Inovasi Teknologi Tepat Guna

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi lokal dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Melalui hibah program BIMA dari Kemdiktisaintek tahun 2025, tim dosen Polbeng sukses melaksanakan kegiatan “Inovasi dan Teknologi Tepat Guna untuk Hilirisasi Hasil Tangkapan Ikan Lomek”.

Kegiatan yang digelar di Kampus Polbeng pada Sabtu (2/8/2025) ini diketuai oleh Budhi Santoso, dengan anggota tim Reinaldi Teguh Setyawan dan Muhammad Asep Subandri. Dalam kegiatan ini, Polbeng menyerahkan sejumlah alat teknologi tepat guna kepada Koperasi Konsumen Agro Sejahtera Bersama, mitra utama yang beranggotakan kelompok nelayan dari Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan.

Beberapa alat yang diberikan antara lain dua unit kompor oli untuk mengolah ikan lomek secara lebih efisien dan higienis, dua unit cool box berkapasitas 220 liter guna menjaga kesegaran bahan baku saat transportasi dan penyimpanan, serta satu unit mesin penggiling untuk mempercepat proses pengolahan dan menghasilkan adonan bakso dan empek-empek yang lebih seragam.

Ketua tim pelaksana, Budhi Santoso, menyampaikan bahwa penerapan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan laut, khususnya ikan lomek, menjadi produk olahan khas Bengkalis yang siap bersaing di pasar lebih luas. “Hilirisasi bukan hanya soal meningkatkan nilai jual, tapi juga membuka akses pasar baru dan memperkuat daya saing produk lokal,” ujarnya.

Perwakilan mitra, Udin, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dari Polbeng. Ia menyebutkan bahwa alat-alat yang diserahkan akan sangat membantu nelayan dalam mengolah hasil tangkapan menjadi produk siap saji, sehingga bisa memberikan penghasilan tambahan yang lebih stabil.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan klaster pangan berbasis perikanan di Kabupaten Bengkalis dan mempererat kolaborasi antara akademisi Polbeng dengan masyarakat pesisir dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan. (HUMAS

CategoriesRiset dan Inovasi

Lima Proposal Penelitian Polbeng Lolos Program Pendanaan Penelitian dan Pengabdian 2025 Batch II

BENGKALIS – Sebanyak lima proposal penelitian dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) berhasil lolos pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan batch II yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.

Kelima proposal yang lolos tersebut adalah Smart Aquaponic: Sistem Budidaya Sayuran dan Ikan Berbasis IoT dengan Monitoring Real-Time untuk Optimalisasi Peningkatan Produktivitas yang diketuai oleh Supria; Implementasi Model Jaringan Hybrid pada Sistem Pendeteksi Dini Pelanggaran Batas Zona Tangkap Ikan untuk Meningkatkan Area Cakupan LoRaWAN yang diketuai oleh Depandi Enda; Prediksi ETA Kapal Roro dengan Integrasi Machine Learning Berbasis Data AIS dan Parameter Lingkungan pada Pelayanan Pendek (Penyeberangan Bengkalis-Pakning) yang diketuai oleh Hardiyanto; Kajian Keandalan Struktur Kapal Ikan yang Menggunakan Material Lokal Indonesia yang diketuai oleh Romadhoni; dan Pengaruh Corporate Governance Disclosure dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan dengan Earning Management sebagai Variabel Intervening yang diketuai oleh Suharyono.

Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 adalah hibah untuk mendanai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pendanaan program ini bersumber dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan dibagi menjadi beberapa skema.

Penerimaan proposal dari tim pengusul dilakukan melalui  platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Seleksi proposal terdiri dari seleksi administrasi untuk memeriksa penulisan proposal dan kelengkapan dokumen pendukung serta seleksi substansi untuk menilai apakah isi proposal sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat dan rencana anggaran (RAB).

Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri menyampaikan apresiasi kepada tim yang lolos pendanaan. “Dengan dukungan pendanaan riset dan pengabdian dari pemerintah ini, kita berharap Polbeng sebagai institusi pendidikan vokasi dapat lebih aktif berpartisipasi memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di sekitar demi membantu mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan pembangunan melalui terobosan-terobosan di berbagai bidang,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan ini, Polbeng terus menunjukkan komitmen sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, namun juga konsisten dalam menjalanakan penelitian dana pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan penelitian dan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk berbagai permasalahan di masyarakat. (HUMAS)

CategoriesRiset dan Inovasi

Dosen Polbeng Loloskan Tiga Proposal dalam Program Matching Fund Tahun 2025

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali lolos Program Dana Padanan (Matching Fund) untuk pendanaan tahun 2025. Kali ini, sebanyak tiga proposal yang diajukan tim dosen Polbeng berhasil lolos tahap verifikasi akhir program yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut.

Tiga judul proposal Polbeng yang lolos yakni Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi bagi Kelompok Petani Kab. Bengkalis yang diketuai oleh Abdul Gafur, Peningkatan Ketersediaan dan Ketahanan Pangan Kawasan Pesisir dengan Pendekatan Smart Farming Berbasis Teknologi UAV dan IoT yang diketuai oleh Hendra Saputra, serta Kapal Riset Berbahan High Density Polyethylene untuk Masa Depan Riset Kemaritiman Indonesia yang diketuai oleh Jamal.

Program Matching Fund merupakan inisiatif Kemendiktisaintek yang bertujuan mendorong kolaborasi riset dan inovasi antara dosen atau mahasiswa dengan mitra eksternal seperti industri, pemerintah, maupun LSM. Terdapat dua skema pendanaan, yaitu hilirisasi inovasi/riset dan pemberdayaan masyarakat.

Sebelum dinyatakan lolos pendanaan, setiap proposal harus melalui tiga tahap seleksi, yakni verifikasi administrasi, presentasi anggaran secara daring, serta verifikasi dan evaluasi anggaran pada tahap akhir. Termasuk tiga proposal dari Polbeng, terdapat total 133 proposal dari berbagai perguruan tinggi yang dinyatakan lolos pendanaan tahun 2025.

“Polbeng secara konsisten berhasil lolos pendanaan Matching Fund sejak tahun 2021. Capaian ini menjadi bukti komitmen Polbeng dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, hadir memberikan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat,” ungkap Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri.

Melalui program pendanaan ini, diharapkan Polbeng dapat terus aktif menjalin kemitraan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (HUMAS)