Tim Jejak Layar Polbeng Inisiasi Website Arsip Budaya Bersama LAMR Bengkalis
BENGKALIS — Sebagai upaya memperkuat sinergi antara teknologi dan pelestarian budaya lokal, Tim Jejak Layar yang merupakan Mahasiswa Program Studi Keamanan Sistem Informasi Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar kunjungan silaturahmi dan audiensi ke Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis pada Senin (19/1).
Audiensi dibuka oleh Irfan Iswandi selaku Project Manager Tim Jejak Layar. Agenda utama pertemuan adalah pemaparan proyek bertajuk “Sistem Informasi Berbasis Website untuk Arsip Budaya dan Sejarah Pulau Bengkalis”. Melalui proyek ini, lima mahasiswa Tim Jejak Layar yang terdiri dari Natasya, Akmi, Irfan, Akbar, dan Aidil mempresentasikan rancangan digitalisasi arsip budaya dan sejarah sebagai langkah konkret agar nilai-nilai lokal tetap lestari dan dapat diakses generasi masa depan.

Mahasiswa berharap inisiatif ini dapat memperoleh dukungan serta pendampingan dari LAMR agar pengembangan sistem berjalan sesuai dengan nilai adat dan prinsip keaslian sejarah. Audiensi ini menjadi ruang dialog penting untuk memastikan bahwa inovasi teknologi tetap berada dalam koridor adab serta selaras dengan nilai-nilai luhur masyarakat Melayu.
Kehadiran mahasiswa disambut baik oleh jajaran pengurus LAMR Kabupaten Bengkalis yang dihadiri oleh para Datuk dan tokoh adat. Para pemangku adat memberikan apresiasi terhadap inisiatif digitalisasi arsip tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaga sejarah Bengkalis agar tidak hilang ditelan zaman dan tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Mereka juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi tanpa melupakan akar budaya, dengan tetap menjunjung prinsip adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.
Diskusi ditutup dengan kesepakatan bahwa proses validasi data sejarah dalam website akan melibatkan pihak LAMR guna menjaga keaslian narasi dan nilai adat yang terkandung di dalamnya. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama di Balai Adat sebagai simbol sinergi antara mahasiswa sebagai generasi intelektual muda dan pemangku adat sebagai penjaga nilai budaya. (HUMAS)