Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesBerita Kegiatan Kampus

PKM dan PORSENI Polbeng 2025 Resmi Ditutup dengan Meriah

BENGKALIS — Rangkaian Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) 2025 resmi berakhir pada Sabtu malam (1/11/2025) di Halaman Gedung Teknik Elektro Polbeng.

Selama sepekan, sejak 27 Oktober hingga 1 November 2025, PKM dan PORSENI menghadirkan berbagai kegiatan kompetitif dan kreatif. Mulai dari turnamen olahraga seperti futsal, voli, dan tenis meja, hingga kompetisi akademik, seni, dan budaya. Tidak hanya itu, gelaran BEM Fest dan Polbeng Fest juga turut memeriahkan akhir pekan dengan berbagai kegiatan seperti Car Free Day, Car Free Night, lomba tari, fashion show, monolog, musik band, hingga lomba kompang yang menarik perhatian pengunjung.

Acara penutupan dihadiri oleh Direktur Polbeng, Johny Custer, Staf Ahli Bupati Bengkalis, Johansyah Syafri, anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, perwakilan LAMR Bengkalis, Wakil Direktur I, Wakil Direktur III, serta ratusan sivitas akademika dan masyarakat umum yang memenuhi area utama kampus.

Dalam sambutannya, Direktur Polbeng Johny Custer menyampaikan apresiasi atas dedikasi panitia dan semangat mahasiswa selama pelaksanaan kegiatan.

“PKM dan PORSENI bukan sekadar lomba, tetapi wadah untuk menyalurkan bakat, minat, dan kreativitas mahasiswa kami di berbagai bidang,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan yang melibatkan masyarakat umum ini menjadi momen penting untuk mendorong perekonomian daerah melalui Car Free Day dan Car Free Night yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

Sementara itu, Johansyah Syafri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada BEM dan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Polbeng.

“Kami berharap festival seperti ini dapat menjadi inspirasi sekaligus bentuk sinergi dan kolaborasi mahasiswa dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai budaya demi pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis. Kini saatnya mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis membuktikan bahwa mereka adalah generasi yang siap beraksi, bukan hanya bereaksi,” ucapnya.

Setelah prosesi penutupan dan pembacaan daftar juara dari berbagai cabang lomba, suasana malam semakin meriah dengan penampilan spesial dari Nuri, finalis KDI 2024, dan Band Semalam Sore. Aksi panggung keduanya sukses menghidupkan suasana dan menjadi penutup yang manis dari seluruh rangkaian kegiatan PKM dan PORSENI 2025.

 

Melalui kegiatan ini, Polbeng menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan kampus yang aktif, kreatif, dan berdaya saing. PKM dan PORSENI 2025 bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bukti nyata bahwa semangat kolaborasi dan sportivitas mampu melahirkan pengalaman berkesan serta mempererat solidaritas antar mahasiswa. (HUMAS)

 

CategoriesBerita Riset dan Inovasi

Tim Polbeng Latih Warga Babussalam Olah Limbah Buah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

ROKAN HULU — Tim dosen dari Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang terdiri dari M.Alkadri Perdana, Andri Nofiar dan Johny Custer, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Babussalam, Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, pada Kamis (30/10). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari perangkat desa, pelaku UMKM, pengurus BUMDes, RT/RW, dan masyarakat setempat.

Fokus utama kegiatan ini adalah pelatihan pemanfaatan limbah buah menjadi produk bernilai ekonomi, yakni briket biomassa dan pupuk cair organik. Program ini dipimpin oleh M. Alkadri Perdana, dosen Polbeng yang juga menjadi ketua tim pelaksana.

Dalam keterangannya, Alkadri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai jual.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan limbah, tetapi juga bisa mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang nyata. Inilah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Babussalam, Syafei, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polbeng membawa pelatihan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi desa.

“Selama ini limbah buah di desa kami umumnya hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa limbah tersebut sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua BUMDes Babussalam, Dedi Chandra, yang menyatakan kesiapan BUMDes untuk menindaklanjuti program ini secara berkelanjutan.

“Kami berencana menjadikan produksi briket dan pupuk cair ini sebagai program unggulan desa. Selain mengurangi sampah organik, hasilnya juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memberikan pelatihan, tim Polbeng juga memperkenalkan konsep “living lab”, yaitu menjadikan desa sebagai ruang penerapan inovasi secara langsung. Melalui konsep ini, masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dapat berkolaborasi dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Politeknik Negeri Bengkalis dan Desa Babussalam, yang sebelumnya telah dijalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Melalui kegiatan PkM ini, diharapkan masyarakat Desa Babussalam dapat mengubah limbah organik menjadi peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Sekaligus, menjadi wujud nyata komitmen Polbeng dalam menguatkan peran pendidikan vokasi untuk mendorong inovasi dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. (HUMAS)