BENGKALIS – Bertempat di ruang mini conference Gedung Kuliah Terpadu (GKT) 1, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Ahli Muda ke-2, Ahli Madya ke-22, dan Sarjana Terapan ke-9, pada Sabtu (3/5).
Sebanyak 47 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan berdasarkan surat keputusan dirktur tanggal 3 Mei 2025. Wisudawan/ti tersebut terdiri dari 14 lulusan diploma 2 (D2), 8 lulusan diploma 3 (D3), dan 15 lulusan sarjana terapan (D4).

Adapun asal program studi dan jumlah lulusan masing-masing yakni, 5 lulusan D2 Teknik Pengelasan dan Fabrikasi, 5 lulusan D2 Teknik Manufaktur Mesin, 4 lulusan D2 Administrasi Jaringan Komputer, 9 lulusan D3 Teknik Perkapalan, 1 lulusan D3 Teknik Mesin, 1 lulusan D3 Teknik Sipil, 4 lulusan D3 Nautika, 3 lulusan D3 Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga, 2 lulusan Sarjana Terapan Administrasi Bisnis Internasional dan 13 lulusan Sarjana Terapan Rekayasa Perangkat Lunak.
Dalam kesempatan tersebut, hadir mewakili Bupati Bengkalis, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Johansyah Syafri, Direktur dan Wakil Direktur Polbeng, ketua jurusan, ketua program studi, kepala pusat dan unit, dosen dan tendik di lingkungan Polbeng, serta orang tua wisudawan/ti.

Direktur Polbeng, Johny Custer, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai integritas di tengah tantangan zaman. Ia menyebut bahwa para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi ahli di bidangnya, tetapi juga menjadi pribadi yang berpegang pada kebenaran dan kejujuran.
“Ini bukan akhir perjuangan, tapi justru awal dari babak baru. Jangan hanya jadi penonton, melainkan pemain yang membawa perubahan,” ujar Johny. Ia menegaskan pentingnya alumni Polbeng tampil sebagai figur intelektual yang membanggakan dan memberi sumbangsih nyata bagi bangsa.
Sementara itu, Johansyah Syafri yang menyampaikan sambutan Bupati, mengapresiasi pencapaian para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia menyebut bahwa hanya sekitar 10,2% masyarakat Indonesia yang berhasil mencapai jenjang ini. Lebih dari itu, ia menekankan pentingnya lulusan Polbeng untuk menjadi pribadi yang utuh — tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga bermoral.

“Masyarakat tidak hanya menilai dari keilmuan, tapi juga dari karakter, kedisiplinan, dan kejujuran,” kutip Johansyah. Ia juga mendorong para lulusan untuk terus belajar, mengasah keterampilan digital, serta menguasai bahasa asing demi membangun jejaring yang lebih luas di era global.
Dengan bertambahnya 47 lulusan baru, Polbeng kini telah meluluskan total 6.877 alumni. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kontribusi nyata Polbeng dalam pembangunan daerah dan nasional melalui pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.(HUMAS)





