Politeknik Negeri Bengkalis

CategoriesUncategorized

Menristekdikti: Politeknik Berkualitas, Pendidikan Vokasi Akan Jadi Pilihan Favorit

Untuk mampu bersaing di ranah nasional maupun global, industri suatu negara harus didukung oleh tenaga kerja yang produktif. Produktivitas tenaga kerja ditentukan oleh kompetensi tenaga kerja yang dapat membantu memajukan daya saing perekonomian suatu bangsa.

Hal ini disampaikan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir saat meresmikan Politeknik Ketenagakerjaan bersama 2 (dua) Menteri kabinet kerja yaitu Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Hanif Dakhiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, bertempat di BBPLK, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10).

Langkah strategis yang telah ditempuh oleh Kementerian Ketanagakerjaan RI yang baru saja mendirikan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), disambut baik Menteri Nasir dalam rangka melahirkan tenaga kerja baru yang berkompeten dari Politeknik.

“Pendidikan vokasi di Indonesia hanya sekitar 16%. Politeknik harus kita dorong agar menjadi Politeknik yang berkualitas dan unggul, dengan begitu saya yakin kedepannya pendidikan vokasi akan menjadi salah satu pilihan favorit bagi anak-anak di Indonesia untuk mengemban pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Menteri Nasir dalam sambutannya.

Bila dibandingkan, jumlah penduduk Indonesia hanya sebanyak 1 (satu) banding 6 (enam) dari jumlah penduduk di China, namun di China hampir 56% perguruan tingginya merupakan pendidikan vokasi, sedangkan di Indonesia dengan jumlah perguruan tinggi yang lebih banyak dibanding China tetapi China memiliki lebih banyak tenaga kerja yang produktif bila dibandingkan dengan Indonesia.

“Kompetensi tenaga kerja banyak dipengaruhi oleh pengalaman semasa kerja dan pengalaman kerja semasa masih menjadi peserta didik. Saat ini, pendidikan vokasi menjadi kunci jawaban atas kebutuhan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir menambahkan, para pendidik di Politeknik tidak hanya berasal dari lulusan akademik dengan syarat lulusan pendidikan S1 ataupun S2, tetapi ketika dia sudah menjadi ahli industri di bidangya dan berpengalaman, itu bisa menjadi prioritas untuk menjadi dosen di Politeknik.

“Ini pernah terjadi ketika seseorang ingin menjadi dosen di Politeknik dengan riwayat pendidikannya hanya sampai Diploma 3 (D3) Pelayaran, tetapi dia memiliki riwayat kerja bersama nahkoda selama 10 tahun dan memiliki sertifikat tertinggi pada bidangnya, artinya pengalamannya ini menjadikan ia bisa lebih mumpuni dan layak untuk menjadi dosen di Politeknik dengan berbagai pertimbangan,” terangnya.

Harapan Menteri Nasir, nantinya lulusan Politeknik selain mendapatkan ijazah, mereka juga harus memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya masing-masing minimal pada tingkatan 5 (lima). Ia juga mengimbau agar mahasiswa Politeknik jangan hanya menjadi ahli madya tetapi harus diarahkan untuk memiliki sertifikasi industri.

Sumber : Ristekdikti

CategoriesUncategorized

Sosialisasi di Polbeng, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis Kenalkan aplikasi e-Pusda kepada Mahasiswa

Dalam rangka mengenalkan Perpustakaan Elektronik (e-Pusda) pada masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis menggelar Sosialisasi bagi mahasiswa Politeknik Negeri Bengkalis pada Selasa (12/3) bertempat di Aula Gedung Utama Kampus Polbeng.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai jurusan di Polbeng dan dibuka langsung oleh Wakil Direktur Bidang Akademik, Kasmawi. Sementara, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis diwakili oleh Kepala Dinas,   H Suwarto serta beberapa orang staff yang memberikan sosialisasi kepada peserta.

Kegiatan yang dimulai pada 08.00 ini diawali dengan sambutan dari Wakil Direktur, Kasmawi. Dalam sambutannya, Kasmawi menyampaikan kepada peserta bahwa keberadaan e-Pusda ini merupakan salah satu media untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

“Saya berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kemudahan ini dengan sebaik-baiknya sebagai sarana belajar dan mencari bahan untuk tugas-tugas kuliah,” ujar Kasmawi.

Dalam sosialisasi yang disampaikan, staf Dinas Perpustakaan ini, dijelaskan bahwa perpustakaan elektronik (e-Pusda) ini merupakan aplikasi berbasis android yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan Kabupaten Bengkalis. Masyarakat dapat langsung mengunduh aplikasi di PlayStore dan diinstall di masing-masing smartphone.

Selanjutnya, pengguna mendaftarkan akun untuk login ke aplikasi dengan mengisi identitas yang diperlukan untuk menyelesaikan pendaftaran. Setelah berhasil mendaftarkan akun dan login ke aplikasi, pengguna dapat menikmati kemudahan membaca buku-buku yang telah ditambahkan dalam bentuk e-book tanpa perlu mendatangi perpustakaan langsung.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkalis, H. Suwarto menyampaikan bahwa tujuan dibuatnya e-Pusda ini tidak lain adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kabupaten Bengkalis khususnya.

“Terlebih lagi, saat ini masyarakat cenderung menyukai hal-hal kekinian dan mudah,” ujarnya.

Beliau berterima kasih kepada Polbeng yang telah memfasilitasi pengadaan sosialisasi ini.

“Kedepannya kita akan meningkatkan kerjasama kita dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa dengan membagikan e-book gratis,” tutupnya.