Politeknik Negeri Bengkalis

Prodi ABI Sukses Gelar Seminar Budaya dan Bisnis, Hadirkan Narasumber dari SIngapura dan LAMR

BENGKALIS – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang hubungan budaya dan bisnis, serta kaitannya dalam menjaga lingkungan yang dapat dijadikan program bisnis, Program Studi Administrasi Bisnis Internasional (ABI), Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, LSM Bahtera Melayu, dan Yayasan Gambut sukses menyelenggarakan Seminar Budaya dan Bisnis bertemakan “Dengan Kegiatan Bisnis yang Berkelanjutan Berbasis Budaya, Mari Kita Tingkatkan Kewirausahaan yang Dapat Menciptakan Kegiatan yang Berdampak Positif Bagi Generasi Muda, Masyarakat Ekonomi dan Pelestarian Budaya” di Gedung LAMR Kabupaten Bengkalis pada Rabu (18/6).

Seminar ini diikuti oleh 230 mahasiswa Prodi ABI dan sejumlah mahasiswa perwakilan lainnya. Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber utama, yakni Dt. Syaukani Al Karim, Ketua LAMR Bengkalis; Xu Wansu dari Pan Pacific Conservation Foundation (PPCF) Singapura; serta Mulyadi dan Riandra Hamdani dari Yayasan Gambut Riau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Polbeng, Johny Custer; Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Supriati; koordinator dan dosen Prodi ABI; perwakilan LSM Bahtera Melayu; serta pengurus LAMR.

Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari mata kuliah Hukum Bisnis, Pancasila, dan Kewarganegaraan bagi mahasiswa semester dua dan enam Prodi ABI. Dalam seminar tersebut, keempat narasumber secara bergiliran menyampaikan materi sesuai dengan tema yang diangkat.

Fokus utama materi termasuk membahas keterkaitan budaya, bisnis, dan lingkungan, serta bagaimana upaya pelestarian lingkungan dapat menjadi peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang disampaikan oleh Syaukani Al Karim. Selain itu, ada juga pemaparan program-program pelestarian lingkungan yang dijalankan oleh PPCF, termasuk di Bengkalis, oleh Xu Wansu. Sementara narasumber dari Yayasan Gambut membahas peran organisasi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, serta peluang bisnis dari budidaya kopi.

Khairul Saleh, yang mewakili penyelenggara sekaligus dosen pengampu mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan, berharap seminar ini bermanfaat bagi mahasiswa. “Semoga materi dari narasumber dapat menambah pengetahuan peserta tentang budaya dan bisnis, serta berperan aktif dalam pengembangan bisnis dan pelestarian lingkungan,” harapnya.

Di sisi lain, Johny Custer mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini. Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan bank sampah dan waduk air di Polbeng merupakan salah satu bentuk implementasi kolaborasi bisnis dan pelestarian lingkungan. “Mahasiswa diharapkan mampu berperan aktif dalam pelestarian lingkungan. Silakan ikuti kegiatan ini dengan baik, dan implementasikan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan nyata,” tutupnya.
(HUMAS)

Facebook
WhatsApp