BENGKALIS – Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim dosen dari Program Studi Administrasi Bisnis Internasional (ABI), Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), berhasil mengembangkan aplikasi desktop “Simulasi Kepabeanan & Ekspor-Impor” sebagai inovasi pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan mutu praktikum mahasiswa. Aplikasi ini diluncurkan pada Senin (1/12) di gedung jurusan bersama mahasiswa Prodi ABI.
Program ini digagas oleh Adrian Irnanda Pratama selaku ketua tim, bersama Teguh Widodo dan Rita Maysarah sebagai anggota. Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk memperbaiki proses praktikum yang sebelumnya masih mengandalkan pengisian dokumen manual—sering menimbulkan ketidakakuratan dan menghabiskan banyak waktu.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengelola dan memvalidasi berbagai dokumen perdagangan internasional secara digital. Melalui sistem kalkulasi otomatis untuk nilai FOB, bea keluar, hingga kurs valuta asing, serta fitur deteksi kesalahan seperti ketidaksesuaian kode HS, aplikasi ini diyakini mampu mengurangi durasi praktikum hingga 50% dan meningkatkan akurasi pengisian dokumen dari 60% menjadi 85%.
Dalam keterangannya, Adrian menyampaikan bahwa inovasi ini berangkat dari kebutuhan untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi ekosistem industri yang semakin digital.
“Tujuan utama kami adalah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan praktik industri. Dengan aplikasi ini, mahasiswa bisa merasakan proses bisnis yang lebih nyata dan terstruktur, sekaligus memperkuat kesiapan kerja lulusan ABI,” ujar Adrian.
Pengembangan aplikasi dilakukan dengan berkolaborasi bersama Prodi ABI yang memberikan masukan teknis terkait regulasi kepabeanan, alur dokumen, serta studi kasus yang digunakan dalam simulasi. Implementasi aplikasi ini juga akan diintegrasikan ke dalam kurikulum sebagai media pembelajaran permanen, selaras dengan semangat Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Tim pengabdian menyampaikan bahwa mereka bangga dengan hasil inovasi ini. Menurut mereka, aplikasi ini tidak hanya memudahkan mahasiswa dalam praktik, tetapi juga menghemat waktu dan biaya yang sebelumnya terbebani oleh proses manual. (HUMAS)





