Politeknik Negeri Bengkalis

Tim Polbeng Latih Warga Babussalam Olah Limbah Buah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

ROKAN HULU — Tim dosen dari Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) yang terdiri dari M.Alkadri Perdana, Andri Nofiar dan Johny Custer, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Babussalam, Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, pada Kamis (30/10). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari perangkat desa, pelaku UMKM, pengurus BUMDes, RT/RW, dan masyarakat setempat.

Fokus utama kegiatan ini adalah pelatihan pemanfaatan limbah buah menjadi produk bernilai ekonomi, yakni briket biomassa dan pupuk cair organik. Program ini dipimpin oleh M. Alkadri Perdana, dosen Polbeng yang juga menjadi ketua tim pelaksana.

Dalam keterangannya, Alkadri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu mengolah limbah organik menjadi produk yang bernilai jual.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami konsep pengelolaan limbah, tetapi juga bisa mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang nyata. Inilah bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi vokasi dalam menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari Kepala Desa Babussalam, Syafei, yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polbeng membawa pelatihan yang aplikatif dan relevan dengan kondisi desa.

“Selama ini limbah buah di desa kami umumnya hanya dibuang begitu saja. Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi tahu bahwa limbah tersebut sebenarnya bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Ketua BUMDes Babussalam, Dedi Chandra, yang menyatakan kesiapan BUMDes untuk menindaklanjuti program ini secara berkelanjutan.

“Kami berencana menjadikan produksi briket dan pupuk cair ini sebagai program unggulan desa. Selain mengurangi sampah organik, hasilnya juga bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memberikan pelatihan, tim Polbeng juga memperkenalkan konsep “living lab”, yaitu menjadikan desa sebagai ruang penerapan inovasi secara langsung. Melalui konsep ini, masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dapat berkolaborasi dalam mengembangkan solusi inovatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Politeknik Negeri Bengkalis dan Desa Babussalam, yang sebelumnya telah dijalin melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).

Melalui kegiatan PkM ini, diharapkan masyarakat Desa Babussalam dapat mengubah limbah organik menjadi peluang ekonomi baru yang berkelanjutan. Sekaligus, menjadi wujud nyata komitmen Polbeng dalam menguatkan peran pendidikan vokasi untuk mendorong inovasi dan pemberdayaan berbasis potensi lokal. (HUMAS)

Facebook
WhatsApp