BENGKALIS – Sebanyak lima proposal penelitian dosen Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) berhasil lolos pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan batch II yang dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
Kelima proposal yang lolos tersebut adalah Smart Aquaponic: Sistem Budidaya Sayuran dan Ikan Berbasis IoT dengan Monitoring Real-Time untuk Optimalisasi Peningkatan Produktivitas yang diketuai oleh Supria; Implementasi Model Jaringan Hybrid pada Sistem Pendeteksi Dini Pelanggaran Batas Zona Tangkap Ikan untuk Meningkatkan Area Cakupan LoRaWAN yang diketuai oleh Depandi Enda; Prediksi ETA Kapal Roro dengan Integrasi Machine Learning Berbasis Data AIS dan Parameter Lingkungan pada Pelayanan Pendek (Penyeberangan Bengkalis-Pakning) yang diketuai oleh Hardiyanto; Kajian Keandalan Struktur Kapal Ikan yang Menggunakan Material Lokal Indonesia yang diketuai oleh Romadhoni; dan Pengaruh Corporate Governance Disclosure dan Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan dengan Earning Management sebagai Variabel Intervening yang diketuai oleh Suharyono.
Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2025 adalah hibah untuk mendanai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, daya saing bangsa, dan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan serta mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Pendanaan program ini bersumber dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) dan dibagi menjadi beberapa skema.
Penerimaan proposal dari tim pengusul dilakukan melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Seleksi proposal terdiri dari seleksi administrasi untuk memeriksa penulisan proposal dan kelengkapan dokumen pendukung serta seleksi substansi untuk menilai apakah isi proposal sesuai dengan tujuan pengabdian masyarakat dan rencana anggaran (RAB).
Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri menyampaikan apresiasi kepada tim yang lolos pendanaan. “Dengan dukungan pendanaan riset dan pengabdian dari pemerintah ini, kita berharap Polbeng sebagai institusi pendidikan vokasi dapat lebih aktif berpartisipasi memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di sekitar demi membantu mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan pembangunan melalui terobosan-terobosan di berbagai bidang,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan ini, Polbeng terus menunjukkan komitmen sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, namun juga konsisten dalam menjalanakan penelitian dana pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan penelitian dan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk berbagai permasalahan di masyarakat. (HUMAS)





