Politeknik Negeri Bengkalis

Dosen Polbeng Loloskan Tiga Proposal dalam Program Matching Fund Tahun 2025

BENGKALIS – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali lolos Program Dana Padanan (Matching Fund) untuk pendanaan tahun 2025. Kali ini, sebanyak tiga proposal yang diajukan tim dosen Polbeng berhasil lolos tahap verifikasi akhir program yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut.

Tiga judul proposal Polbeng yang lolos yakni Transformasi Pertanian Menuju Swasembada Pangan: Pembinaan dan Teknologi bagi Kelompok Petani Kab. Bengkalis yang diketuai oleh Abdul Gafur, Peningkatan Ketersediaan dan Ketahanan Pangan Kawasan Pesisir dengan Pendekatan Smart Farming Berbasis Teknologi UAV dan IoT yang diketuai oleh Hendra Saputra, serta Kapal Riset Berbahan High Density Polyethylene untuk Masa Depan Riset Kemaritiman Indonesia yang diketuai oleh Jamal.

Program Matching Fund merupakan inisiatif Kemendiktisaintek yang bertujuan mendorong kolaborasi riset dan inovasi antara dosen atau mahasiswa dengan mitra eksternal seperti industri, pemerintah, maupun LSM. Terdapat dua skema pendanaan, yaitu hilirisasi inovasi/riset dan pemberdayaan masyarakat.

Sebelum dinyatakan lolos pendanaan, setiap proposal harus melalui tiga tahap seleksi, yakni verifikasi administrasi, presentasi anggaran secara daring, serta verifikasi dan evaluasi anggaran pada tahap akhir. Termasuk tiga proposal dari Polbeng, terdapat total 133 proposal dari berbagai perguruan tinggi yang dinyatakan lolos pendanaan tahun 2025.

“Polbeng secara konsisten berhasil lolos pendanaan Matching Fund sejak tahun 2021. Capaian ini menjadi bukti komitmen Polbeng dalam bidang riset dan pengabdian kepada masyarakat, hadir memberikan solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat,” ungkap Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Polbeng, Syaiful Amri.

Melalui program pendanaan ini, diharapkan Polbeng dapat terus aktif menjalin kemitraan untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi pengembangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (HUMAS)

Facebook
WhatsApp