Politeknik Negeri Bengkalis

LSP Polbeng Gelar Serentak 3 Skema Sertikom untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

BENGKALIS – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) sukses menggelar sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa tingkat akhir pada Kamis–Sabtu, 24–26 Juli 2025. Sertifikasi dilaksanakan serentak untuk tiga skema: Junior Web Programmer, diikuti 55 mahasiswa D3 Teknik Informatika; Pengoperasian Peralatan Kelistrikan dan Elektronika Berbasis PLC, diikuti 17 mahasiswa D3 Teknik Elektronika; serta Welding Supervisor, diikuti 43 mahasiswa D3 Teknik Perkapalan dan D3 Teknik Mesin. Kegiatan ini berlangsung di tiga lokasi, yakni Gedung Teknik Informatika, Gedung Teknik Elektro, dan Kampus II GedungTeknik Perkapalan.

Wawancara skema PLC (Foto: LSP Polbeng)

Sebanyak 12 asesor internal kampus terlibat sebagai penguji. Untuk skema Junior Web Programmer: Supria, Tengku Musri, Danuri, Rezki Kurniati, dan Depandi Enda. Untuk skema PLC: Khairudinsyah dan Syaiful Amri. Sedangkan untuk skema Welding Supervisor: Afriantoni, Muhammad Helmi, Muhammad Ikhsan, dan Pardi. Sertifikasi kompetensi ini terdiri dari tiga tahap: tes tertulis, uji observasi, dan wawancara.

Ujian skema Welding Supervisor (Foto : LSP Polbeng)

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2025 yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebagaimana tercantum dalam Surat Perjanjian Penugasan/Kontrak Fasilitasi Program Sertifikasi Kompetensi dan Profesi Mahasiswa Vokasi Tahun 2025 No. 016/B2/PPK/SPK/SERTIKOM/2025 Tanggal 25 Juni 2025. Polbeng terpilih sebagai salah satu dari 56 perguruan tinggi negeri penerima bantuan program tersebut.

Tes tertulis skema Junior Web Programmer (Foto : LSP Polbeng)

Ketua LSP Polbeng, Zainal Abidin, menjelaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi ini bertujuan memberikan pengakuan resmi atas kompetensi mahasiswa melalui sertifikat sesuai dengan skema keahliannya. “Sertifikat kompetensi ini akan menjadi pendamping ijazah saat memasuki dunia kerja, dan menjadi bukti keahlian mereka di bidangnya,” ujar Zainal.

Beliau juga menekankan pentingnya memiliki setidaknya satu sertifikat keahlian sebagai bekal menghadapi persaingan di pasar kerja.
“Kami berharap sertifikasi ini dapat meningkatkan kompetensi serta menjadi nilai tambah bagi lulusan Polbeng,” tutupnya. (HUMAS)

Facebook
WhatsApp